Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berat dan Besar, Benarkah Medali Benar-benar Terbuat dari Emas Murni? Berikut Faktanya, Ternyata

Hingga pukul 18.00 waktu setempat, atau 17.00 WIB, kontingen Indonesia semakin kokoh di peringkat kedua pada klasemen perolehan medali SEA Games 2019.

Tayang:
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Tribunjambi/Nurlailis
Rian Rinaldo (kiri) dan Yusuf Budiman (kanan) atlet polo air Jambi saat kepulangan dari SEA Games 2019 di Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu (4/12). 

Berat dan Besar, Benarkah Medali Benar-benar Terbuat dari Emas Murni? Berikut Fakta Sebenarnya, Ternyata

TRIBUNJAMBI.COM - Medali emas Olimpiade adalah salah satu penghargaan paling berharga di dunia.

Dan cara pembuatannya sangat menarik.

Untuk Olimpiade Rio 2016, sebanyak 5.130 medali Olimpiade dan Paralimpik diproduksi di Casa da Moeda do Brasil.

Dibutuhkan 48 jam untuk membuat masing-masing medali, hingga dibutuhkan 80 orang yang bekerja di tempat pembuatan medali sepanjang waktu.

Proses serupa digunakan pada Olimpiade 2018 di PyeongChang, Korea Selatan, untuk medali tersebut dirancang oleh Lee Suk-woo.

Eksekusi Ibnu Ziady Masih Tunggu Kasasi

Curhat Mantan Istri Seperti Sindir UAS? Mellya Juniarti: Aku Tak Risau dengan Arang yang Tuan Tabur

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah medali tersebut benar-benar terbuat dari emas?

Mungkin itulah segelintir pertanyaan yang terbesit dalam benak sebagian orang dan kali ini Intisari Online akan menjawabnya.

Berikut ini beberapa fakta yang tidak Anda ketahui mengenai medali emas.

1. Medali emas terbuat dari 92 persen perak dan sisanya dilapisi dengan sesedikitnya enam gram emas. Belum ada medali emas yang solid sejak 1912.

2. Medali emas tetap bernilai.

Contohnya petinju asal Ukraina, Wladimir Klitschko, melelang medali emasnya untuk amal anak-anak pada tahun 1996.

Seorang pembeli membelinya dengan harga 1 Juta US Dollar (Rp14 Milliar) dan segera mengembalikan medali itu untuk menghormati Klitschko dan keluarganya.

3. Emas, Perak, dan Perunggu memiliki makna tersembunyi, di mana 3 warna tersebut mewakili tiga dari lima abad manusia dalam mitologi Yunani.

Zaman Keemasan adalah masa ketika manusia dan dewa hidup dalam harmoni, zaman Perak melihat manusia menyimpang dari kesalehan dan Zaman Perunggu menandai suatu periode perang dan kekerasan.

Bravo! Pedayung Jambi Raih 11 Medali di SEA Games 2019 Filipina, Inilah Nama-namanya

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved