Maruf Amin Enggan Menegur Luhut Panjaitan, "Nanti Presiden Saja"
Mundurnya Bamsoet di bursa calon ketua umum Partai Golkar ini setelah ia bertemu dengan sejumlah tokoh politik.
Ma'ruf Amin Enggan Menegur Luhut Panjaitan, "Nanti Presiden Saja"
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengkritik penggunaan kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi oleh Menteri Luhut Binsar Pandjaitan untuk urusan partai politik.
Ma'ruf Amin menilai, pertemuan Luhut dengan kader partai Golkar di kantornya kurang tepat.
"Ya sebenarnya kalau untuk kepentingan partai tentu ya tidak boleh menggunakan kantor pemerintah," kata dia di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).
Meski demikian, Ketua MUI non aktif ini enggan menegur Luhut dan menyerahkannya kepada Presiden Jokowi.
"Ya nanti presiden saja yang menegur," tuturnya
Maruf Amin juga membantah tudingan adanya campur tangan pemerintah dalam urusan Partai Golkar.
• 2 Provinsi di Pulau Jawa Ini Bakal Kena Bencana Hebat, Paranormal Ini Sebut Indonesia di Akhir Tahun
"Ya itu kan pemerintah tidak melakukan intervensi. Jadi kalau masalah partai ya diserahkan kepada partai. Bagaimana mereka menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi."
"Pak Luhut itu mungkin sebagai orang Golkar, jadi penyelesaiannya dari internal masing-masing partai politik," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mundur dari bursa calon ketua umum Partai Golkar.
Mundurnya Bamsoet di bursa calon ketua umum Partai Golkar ini setelah ia bertemu dengan sejumlah tokoh politik.
Tokoh-tokoh yang ditemui Bamsoet diantaranya ialah Airlangga Hartarto, Aburizal Bakrie, dan Luhut Binsar Pandjaitan di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Bamsoet mundur dari pencalonan ketua umum Partai Golkar ini juga menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang berlangsung pada Selasa malam.
Airlangga terpilih
Sementara itu, Airlangga Hartarto terpilih secara aklamasi jadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.