Mantan Sekcam Maro Sebo Ilir Terancam Dipecat, Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Maro Sebo Ilir berinisial HW terancam dipecat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) lantaran kasus

Mantan Sekcam Maro Sebo Ilir Terancam Dipecat, Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Mantan Sekcam Maro Sebo Ulu Terancam Dipecat Sebagai PNS Lantaran Kasus Korupsinya 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Maro Sebo Ilir berinisial HW terancam dipecat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) lantaran kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.

HW terjerat kasus korupsi pengadaan jaringan internet desa menggunakan Dana Desa (DD) yang ada di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari.

Ia ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Muara Tembesi pada Kamis, (28/11) lalu.

Kepala Inspektorat Kabupaten Batanghari, Mukhlis menegaskan jika seorang PNS yang telah menyalahgunakan jabatannya untuk melakukan korupsi, maka yang bersangkutan terancam dipecat secara tidak hormat.

"Untuk saat ini kami pihak Inspektorat belum bisa memberikan sanksi karena yang bersangkutan masih berstatus tersangka, tinggal menunggu proses hukum. Jika sudah ada putusan resmi dan terbukti melakukan korupsi dari pengadilan, kami baru bisa memecat secara tidak hormat," katanya, Rabu (4/12).

Menurut peraturan yang berlaku, lanjut Mukhlis, sebelumnya, pihaknya telah memberikan peringatan dan melakukan pemanggilan secara resmi terhadap HW terkait perbuatannya itu, kendati surat pemanggilan secara resmi, pun tak dihiraukan.

"Itu sudah lama pada 2017 lalu dan sudah kami peringatkan sebelumnya. Tapi yang bersangkutan tidak mau dibina," tegasnya.
Untuk diketahui, saat ini HW sudah menjadi tersangka Kejari Batanghari dan dititipkan di Lapas Klas IIB Muara Bulian.

HW diduga terlibat tindak pidana korupsi penyimpangan pengadaan jaringan internet di salah satu desa di kecamatan tersebut dengan menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017.

Sebelumnya 25 Juli 2019 Cabjari Muara Tembesi telah mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) sehubungan dengan adanya tindakan pidana korupsi yang telah dilakukan tersangka.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved