Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Militer

Kisah 19 Kopassus di Operasi Seroja 1975, 'Har, aku kena' Tapi Bendera Merah Putih Tetap Dikerek

Setelah terjun ke medan pertempuran, ternyata informasi tersebut salah, musuh menembaki pasukan TNI secara membabi buta.

Tayang:
Editor: Duanto AS
Anggota pasukan TNI saat operasi Seroja di Timor Timur. TNI turunkan Kopassus untuk merebut obyek vital yang dikuasai pasukan musuh 

Kisah 19 Kopassus di Operasi Seroja 1975, 'Har, aku kena' Tapi Bendera Tetap Dikerek

TRIBUNJAMBI.COM - Kopassus sebagai pasukan elite TNI AD kerap dikirim untuk misi-misi penting.

Satu di antaranya kisah heroik dalam pertempuran merebut Kota Dili, Timor Timur dari tangan Fretelin.

Operasi yang diberi nama Operasi Seroja ini tak hanya menyisakan luka, namun juga ribuan kenangan yang tak terlupakan bagi setiap prajurit yang terlibat.

Pasukan elite TNI AD Komando pasukan Khusus ( Kopassus) juga dilibatkan.

Tiga Jenderal Kopassus Didikan Sintong Panjaitan yang Tak Diketahui Orang, Orang-orang Pilihan

Dipecundangi Kopassus, SAS Satuan Elite Terhebat Dunia Takluk di Kalimantan Lewat Taktik Sosok Ini

Pada peristiwa itu, Kopassus diterjunkan dari udara bersama 35 prajurit Yonif Linud 501 Kostrad.

19 Prajurit Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha/sekarang Kopassus) diterjunkan dari udara.

Mereka bertugas merebut lokasi-lokasi strategis dari tangan musuh, yakni kantor gubernur, lapangan terbang dan pelabuhan.

Tugas lainnya adalah membantu mengamankan Korps Marinir yang akan masuk melalui laut.

Pertempuran itu dilukiskan dalam buku biografi 'Letjen (Purn) Soegito: Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen', yang ditulis Beny Adrian. Cetakan pertama tahun 2015, yang diterbitkan PT Gramedia, Jakarta.

Jelang Subuh, tepatnya tanggal 7 Desember 1975, seluruh pasukan diterjunkan dari pesawat Hercules C-130.

Belum mencapai tanah, hujan tembakan sudah bermunculan.

Operasi Seroja 1975
Operasi Seroja 1975 (Capture YouTube)

Akibatnya, beberapa prajurit tewas terkena peluru saat payung masih mengembang.

Sebagai perwira, Mayor Atang Sutresna mendapat tugas tambahan, dalam Operasi Seroja, ditunjuk sebagai Komandan Detasemen Tempur (Dandenpur).

Dia diperintahkan membawa bendera merah putih. Tujuannya hanya satu, memberi tanda lokasi yang sudah direbut dari tangan musuh.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved