Berita Tanjab Barat

Janji Ganti Rugi Lahan Warga yang Terdampak Pembangunan Bendungan, Sidak Anggota DPRD Bersama Sekda

Janji Ganti Rugi Lahan Warga yang Terdampak Pembangunan Bendungan, Sidak Anggota DPRD Bersama Sekda

Janji Ganti Rugi Lahan Warga yang Terdampak Pembangunan Bendungan, Sidak Anggota DPRD Bersama Sekda
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Janji Ganti Rugi Lahan Warga yang Terdampak Pembangunan Bendungan, Sidak Anggota DPRD Bersama Sekda 

Janji Ganti Rugi Lahan Warga yang Terdampak Pembangunan Bendungan, Sidak Anggota DPRD Bersama Sekda

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pemkab Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) mengambil sikap tegas terhadap polemik pembangunan bendungan, penyebab rusaknya puluhan hektare kebun kelapa milik warga.

Selain menjanjikan ganti rugi terhadap petani, Pemkab juga berjanji dalam waktu dekat segera merubah aliran sungai.

Agus Sanusi, Sekda Tanjab Barat juga menyampaikan bahwa Pemkab Tanjab Barat akan segera melakukan normalisasi sungai yang alirannya mulai mengalami pendangkalan.

"Kita buat codetan supaya air tetap mengalir dan kebun warga tidak rusak. Kita akan lakukan secepatnya supaya persoalan ini cepat selesai," kata Sekda Tanjab Barat, Agus Sanusi, saat meninjau pembangunan kantor yang terletak di samping kantor Bupati Tanjab Barat, Rabu (4/12/19).

Anggota DPRD Tanjabbar bersama Sekda sidak ke lokasi pembangunan bendungan
Anggota DPRD Tanjabbar bersama Sekda sidak ke lokasi pembangunan bendungan (Tribunjambi/Darwin Sijabat)

Sementara untuk kebun warga terdampak yang diduga akibat pembuatan bendungan banguan itu, pemkab juga akan melakukan ganti rugi.

"Untuk kerugian kebun yang terdampak kita akan hitung kerugian warga dan akan kita ganti rugi. Berapa batang akan kita hitung diganti sesuai kerugian petani," timpal Erwin, Asisten II Setda Pemkab Tanjabbar, yang turut mendampingi Sekda Tanjab Barat.

Pada kesempatan itu, Anggota Komisi II DPRD Tanjabbar, Suprayogi Syaiful, mengatakan pada inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan bersama Sekda dan Asisten II, serta OPD terkait, sebagai respon atas keluhan warga.

Pemerintah Pusat Siapkan Anggaran Rp 1,2 Triliun Bangun Bendungan Raksasa di Merangin

HOAX atau FAKTA Bermain HP Saat Hujan Bisa Disambar Petir?

VIRAL Bocah Tutup Perlintasan Kereta Api Pakai Tali Rafia, Benarkah Hanya Iseng?

Kronologi Istri Heran Edwin Pakai Persneling 1 dari Rumah, Bunuh Diri di Galaxy Mall Surabaya

"Saat ini akan fokus pada persoalan yang menyangkut hajat orang banyak, termasuk soal kebun warga yang terdampak luapan air saat ini," kata Suprayogi.

"Yang jelas kita carikan solusi dengan segera merealisasikan codetan dan ganti kerugian petani," tuturnya.

Sementara permasalahan yang timbul dan saling berkaitan dengan pembangunan kantor itu, Suprayogi mempertegas akan tetap membicarakan dan menyelesaikannya bersama pemerintah. Namum yang terpenting bagaiamana dampak saat ini yang harus diselesaikan.

Seperti diketahui, sebelumnya puluhan hektare kebun warga rusak. Diduga akibat ditutupnya anak sungai, sebagi dampak dari Proyek pekerjaan turap dan pintu Air di kawasan kantor bupati Tanjab Barat.

Hal itu membuat ratusan batang kelapa dalam dan kebun pinang milik warga Rt 13 kelurahan Sriwijaya kecamatan Tungkal Ilir rusak terendam banjir.

Kondisi buruk itu sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir, terdampak kebijakan pembangunan proyek yang menelan anggaran Rp 14,4 Miliar itu. Kondisi tersebut membuat warga gerah dan menuntut ganti rugi ke pemerintah.

Janji Ganti Rugi Lahan Warga yang Terdampak Pembangunan Bendungan, Sidak Anggota DPRD Bersama Sekda (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved