Guru Tak Perlu Lagi Iuran, Pemkab Anggarkan Rp 300 Juta untuk HUT PGRI
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muarojambi menanggapi permintaan Ketua PGRI Kabupaten Muarojambi untuk memasukkan
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muarojambi menanggapi permintaan Ketua PGRI Kabupaten Muarojambi untuk memasukkan kegiatan Hari Ulang Tahun PGRI Kabupaten Muarojambi dalam anggaran APBD Kabupaten Muarojambi.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Muarojambi dari Komisi I, Ulil Amri yang juga Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi. Ia menyebutkan, memang selama ini kegiatan HUT PGRI dari segi dana merupakan dana mandiri.
"Dewan akan perjuangkan itu, saya sangat setuju. Apalagi itu sebagai wadah untuk guru-guru kita yang bertujuan untuk memberikan pelayanan dan mutu kepada anak-anak murid kita," sebutnya.
Ia menyebutkan, moment HUT PGRI merupakan kegiatan yang selalu dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi dan saling memberikan masukan terhadap perkembangan kegiatan belajar mengajar. Kedepan yang selama ini guru harus iuran untuk mengumpulkan uang demi menyelenggarkan kegiatan PGRI, harapannya tidak ada lagi iuran.
"Adalah satu momennya itu adalah HUT PGRI yang selama inikan mereka guru-guru iuran itu. Saya setuju juga atas saran penganggaran itu dan nanti bersama dengan pemerintah daerah, kedepan kita akan bicarakan lagi organisasi profesi guru ini," ucapnya.
Sebelumnya juga permintaan dari Ketua PGRI yang juga disampaikan oleh Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Muarojambi, Erwanisah mendapat tanggapan dari Bupati Muarojambi. Masnah menyebutkan pada 2020 pihaknya akan menganggarkan dana kegiatan HUT PGRI hingga Rp 300 juta.
"Nanti akan kita plot anggarannya sekitar Rp 200 sampai Rp 300 juta untuk kegiatan HUT PGRI ini. Sehingga harapan kita setiap ingin melaksanakan HUT PGRI bapak ibu guru terutama Kepala Dinas dan Ketua PGRI tidak pusing lagi," ujar Masnah.