Berita Jambi

OPSI Jambi Lakukan Pendampingan pada Pekerja Seks, Ini Permintaan OPSI ke Media

OPSI Jambi Lakukan Pendampingan pada Pekerja Seks, Ini Permintaan OPSI ke Media

Penulis: Nurlailis | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi/Nurlailis
OPSI Jambi Lakukan Pendampingan pada Pekerja Seks, Ini Permintaan OPSI ke Media 

OPSI Jambi Lakukan Pendampingan pada Pekerja Seks, Ini Permintaan OPSI ke Media

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) mengadakan partnership with journalist in province level yang bertempat di sekretariat OPSI, di Jalan Syailendra Nomor 15 Kelurahan Rawasari, Rabu (27/11/2019).

Dewan penasehat, Ferdia Prakarsa menyampaikan tujuan pertemuan ini diharapkan adanya kemitraan antara OPSI dan media, serta meluruskan kekeliruan dalam penulisan Pekerja seks komersial (PSK) menjadi Pekerja Seks (PS) saja.

"Pemberitaan tentang PS juga terkadang tidak berimbang. Untuk itu kami mengadakan pertemuan agar media bisa tahu tentang OPSI," ungkapnya.

OPSI Jambi terbentuk sejak 2012. OPSI adalah jaringan kerja pendampingan Komunitas pekerja seks di seluruh Indonesia, yang saat ini ada di 19 Provinsi.

Sinopsis Film Focus Tayang Bioskop Trans Trans TV Malam Ini, Kisah Will Smith Jadi Penipu Kaya

Merananya Kini Kehidupan Saipul Jamil di Penjara, Mengurus Warung Kopi hingga Jadi Guru Tari

Kasus SMB, 4 Suku Anak Dalam Divonis 4 Bulan 20 Hari, Penasehat Hukum Terdakwa Terima Vonis Hakim

Para Pekerja Seks Kawasan Gunung Botak Kini Banting Harga

"Beberapa program kerja yang dilakukan berkaitan dengan rehabilitasi sosial dan masalah sosial. Mereka pekerja seks sulit mendapatkan hak seperti pendidikan dan kesehatan. Mereka juga paling gampang dikriminalisasi," jelasnya.

Beberapa program kerja lainnya yaitu penjangkauan perempuan marginal terkait akses layanan IMS dan HIV AIDS, pendampingan dan layanan rujukan korban kekerasan, bantuan hukum kelompok marginal, pendampingan usaha ekonomi bagi perempuan marginal, dan lainnya.

Jumlah anggota OPSI Jambi ada sekitar 300an yang terdata. Terdiri dari pekerja seks perempuan, laki-laki dan transgender.

Sedangkan estimasi keseluruhan ada 1000an. Walaupun mereka tidak menjadi anggota mereka tetap mendapatkan pendampingan.

Selama ini OPSI nasional mendapatkan dana dari APNSW (Asia Pacific Network Sex Worker) yang juga disalurkan ke daerah.

Mengenai HIV ia menyampaikan kebanyakan yang terkena HIV adalah ibu rumah tangga.

"Penularan lebih banyak dipelanggan yang menularkan pada istrinya, yang tidak tahu bahwa suaminya adalah pelanggan. Estimasi yang terkena HIV ada 800an, yang pekerja seks hanya 60an. Ini adalah data komulatif sejak 1999," ungkapnya.

Menurutnya dampak dari penutupan lokalisasi Pekerja Seks bukan justru menghilang namun bertambah.

OPSI Jambi Lakukan Pendampingan pada Pekerja Seks, Ini Permintaan OPSI ke Media (Nurlailis/Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved