3 Langkah Mudah Supaya Gajimu Gak Cuma Numpang Lewat, Jangan Lupa Untuk Investasi!

Gajian tiba, tapi kok cuma lewat saja ya? Pasti kalimat ini sudah tidak asing kan dan kerap kali terucap ketika gajian tiba. Entah karena disebabkan b

Editor: rida
tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM- Gajian tiba, tapi kok cuma lewat saja ya? Pasti kalimat ini sudah tidak asing kan dan kerap kali terucap ketika gajian tiba.

Entah karena disebabkan bayar utang atau cicilan lainnya yang belum dilunasi.

Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menyebutkan, karyawan harus bisa mengubah pola pikirnya dengan tidak hanya menyandarkan kepada gaji untuk solusi pengeluaran mereka.

"Artinya gini, jangan sampai pengeluaran itu menjadi kuncinya. Kenapa? Karena pengeluaran bersifat tidak terbatas sementara pendapatan terbatas sehingga pendapatan itu tidak permah cukup kalau hanya mengejar pengeluaran," katanya kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (25/11/2019).

BLAK-BLAKAN Ashanty Tentang Penyakit Autoimun yang Diidap Hingga Hal Mistis yang Bisa Buatnya Gila

Viral, Pria Nikah Lagi dengan Janda Beranak 8, Tanggapan Istri Pertama Dipuji Habis-habisan

Hari Guru Nasional, Ratusan Siswa SD di Kota Jambi Kompak Nyanyi untuk Guru

Untuk mengatasi defisit tersebut, Eko menyarankan 3 langkah yang bisa kamu ikuti.

1. Membuat prioritas pengeluaran

Tanpa prioritas maka dipastikan kamu tidak dapat mengontrol pengeluaran.

Bedakan mana pengeluaran kebutuhan dan mana yang hanya keinginan saja.

2. Alokasikan prioritas dengan benar sesuai kebutuhannya

Semisal, kamu menerima penghasilan sebesar 100 persen, maka segitu pulalah pengeluaran yang harus disesuaikan.

"Dan enggak boleh lebih!," ucapnya.

3. Disiplin dan antisipasi pengeluaran uang receh

Pengeluaran receh bila tidak terkendali bisa menggerogoti keuanganmu secara perlahan-lahan.

Gaji Selalu Lewat Begitu Saja, Tengah Bulan Selalu Berasa Tanggal Tua? Ini Cara Mengatasinya

TAK Lagi Sama, Ini Beda Gaya Ahok Saat Jadi Gubernur Dibanding Bos Pertamina Ketika Jawab Pengkritik

Tagar #SandhySandoroCabul Trending Topic di Twitter Hari Ini, Warganet Beraksi Kaget, Eh Ketahuan!

Investasi

Selain mengatur pengeluaran, kita juga hari memikirkan masa depan.

Salah satunya dengan berinvestasi.

Eko menyarankan, untuk mengalokasikan 10 persen penghasilan yang kamu terima untuk investasi.

"Dari penghasilan kita seharusnya minimal 10 persen dipakai untuk investasi. Kalau bisa lebih dari itu. Karena investasi sekarang bisa minimal Rp 100.000," ujarnya.

Saat ini, sudah banyak tersedia instrumen investasi yang tidak memerlukan nominal terlalu besar.

Sebagai contoh, saham, reksadana, deposito, serta tabungan emas.

Kamu bisa memilih instrumen investasi itu sesuai dengan risiko, imbal hasil yang ditawarkan serta jangka waktu yang dibutuhkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gajian Numpang Lewat, Atasi dengan 3 Langkah Ini"

Penulis : Ade Miranti Karunia
Editor : Erlangga Djumena

5 Tips Negosiasi Gaji Tinggi yang Tepat

Medapatkan gaji yang tinggi adalah impian semua orang.

Namun terkadang Anda lupa bagaimana cara melakukan negosiasi gaji yang tepat untuk mendapatkan nominal yang Anda inginkan.

Meski demikian negosiasi gaji tidak semudah apa yang Anda bayangkan.

Karena sudah pastilah setiap perusahaan memiliki standar gaji yang sesuai dengan kompetensi Anda.

Jika Anda berpikir untuk memperoleh gaji tinggi, maka Anda butuh usaha yang keras untuk meyakinkan perusahaan akan kualitas Anda.

Berikut lima tips negosiasi gaji yang tepat, seperti mengutip CNN, Rabu (13/11/2019):

Jika Ingin Bersih-bersih di Pertamina, Ahok BTP Harus Berani Bilang Tidak, Ini Deretan Mafia Migas

Berat Badan Syahrini Naik Tajam Sampai Dikira Hamil, Ternyata Istri Reino Barack Akui Hal Ini

1. Pikirkan waktu bernegosiasi

Sebelum Anda memulai percakapan mengenai negosiasi gaji, ada baiknya jika Anda memikirkan waktu yang tepat untuk bernegosiasi.

Pikiran kondisi perusahaan, dalam waktu-waktu yang memungkinkan Anda untuk bernegosiasi dengan atasan Anda.

Jika perusahaan mengalami kesulitan atau masalah finansial mungkin ini bukan saat yang tepat bagi Anda melakukan negosiasi.

Etikanya, menunggu hingga sebagian besar masalah perusahaan bisa teratasi, barulah Anda dapat mengajukan negosiasi.

"Mungkin ini saatnya Anda berempati dengan perusahaan, Anda bisa mengatur waktu negosiasi dalam beberapa bulan ke depan, yang nantinya akan menguntungkan Anda,” kata Olivia Jaras, pendiri Salarycoaching.com.

Jenderal Negara Asean Ini Gelagapan Saat Bertemu Menhan Prabowo di ACAMM 2019, Langsung Beri Hormat!

Fasha Merasa Malu Jambi Tak Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah PON

2. Optimalisasi kinerja Anda

Jika Anda ingin mendapatkan gaji yang fantastis pastilah Anda harus menunjukkan kinerja Anda dengan baik dengan target pencapaian Anda bisa Anda selesaikan tepat waktu.

Dengan kinerja yang baik, maka ini akan meningkatkan peluang Anda.

Sebelum membahas tentang kenaikan gaji, Anda harus tahu kisaran gaji rekanan Anda dan standar gaji perusahaan Anda.

Selain itu mencari tahu referensi gaji Anda yang berkaitan dengan jabatan Anda saat ini melalui mesin pencarian, akan membantu Anda menentukan nominal yang sesuai.

Tinjau lagi resume Anda, pengalaman Anda, tanggung jawab, dan pelatihan yang Anda ikuti.

Pastikan kualifikasi Anda memenuhi persyaratan standar gaji yang berlaku secara umum.

"Jika Anda memiliki keterampilan dan kualifikasi yang berarti untuk posisi Anda, lihat bagaimana hal tersebut memiliki nilai dalam perusahaan Anda. Hal tersebut merupakan tolak ukur untuk mendapatkan kenaikan gaji," kata Jaras.

3. Pahami perspektif bos Anda

Setelah Anda melengkapi referensi kualifikasi Anda, ini saatnya Anda berhadapan langsung dengan bos Anda.

Pikirkan mengenai alasan-alasan apa saja yang mungkin akan dikatakan bos Anda untuk menolak permintaan negosiasi gaji Anda.

Lalu pikirkan juga solusi untuk mengatasi penolakan bos Anda.

"Jika Anda pikir itu alasan yang sangat bagus untuk mengatakan tidak kepada Anda, Anda mungkin tidak akan mendapatkan waktu untuk bernegosiasi gaji. Tapi ketika Anda mengantisipasi apa yang akan terjadi, Anda akan siap untuk menghadapinya,” kata Deborah Kolb, penulis Negotiating at Work: Turn Small Wins to Big Gain.

4. Tetap profesional

Meskipun negosiasi gaji Anda memiliki argumen yang rasional, jangan terlalu menitikberatkan alasan-alasan pribadi.

Alasan yang paling memungkinkan Anda untuk meminta negosiasi gaji adalah kinerja Anda.

Dengan mengungkapkan alasan pribadi Anda kepada bos Anda, hanya akan membuat Anda dikasihani, namun tujuan Anda tetap tidak tercapai.

Hal yang harus Anda lakukan adalah memberi tahu bos Anda bagaimana cara Anda berkontribusi pada perusahaan.

5. Pikirkan jangka panjang

Bernegosiasi mengenai gaji tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan Anda harus siap dengan hal-hal buruk yang tidak Anda harapkan kedepannya.

Namun saat negosiasi gaji Anda ditolak, bukan berarti kekalahan bagi Anda.

Anda hanya perlu mencobanya kembali di masa depan.

Anda mungkin kecewa dengan berita buruk, tetapi jagalah attitude Anda dengan mengakhiri obrolan dengan nada positif.

Ini akan mempertegas gagasan Anda untuk melanjutkan kinerja Anda di perusahaan dan memperluas kontribusi Anda untuk peluang negosiasi selanjutnya.

"Anda harus memiliki langkas strategis bagaimana Anda melakukan negosiasi. Anda tidak bisa terlalu menuntut atau terlalu ngotot. Anda harus bersikap profesional, sabar, kolaboratif dan konstruktif,” kata Alex Twersky, salah satu pendiri perusahaan karier.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Tips Negosiasi Gaji Tinggi yang Tepat"

Penulis : Kiki Safitri
Editor : Yoga Sukmana

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved