Fasha Merasa Malu Jambi Tak Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah PON
Penulis: Rohmayana | Editor: Teguh Suprayitno
Fasha Merasa Malu Jambi Tak Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah PON
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Wali Kota Jambi kembali bertekad agar suatu saat Jambi bisa menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Baginya, memajukan dunia olahraga sejajar dengan pentingnya pembangunan fisik suatu daerah.
Hal ini disampaikan Wali Kota Jambi Syarif Fasha saat membuka kejuaraan provinsi (Kejurprov) angkat berat dan angkat besi, di GOR Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Provinsi Jambi di Kota Baru, Senin (25/11).
"Sangat malu kita Provinsi Jambi tidak mengajukan tuan rumah PON sepanjang ada republik ini. Kita ingin ke depan Provinsi Jambi bisa ditunjuk menjadi tuan rumah PON," tegasnya disambut riuh atlet dan undangan.
Menurutnya, dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berprestasi di setiap bidang kemajuan daerah dengan sendirinya akan tercapai.
• Hari Guru Nasional, Ratusan Siswa SD di Kota Jambi Kompak Nyanyi untuk Guru
• Gaji Selalu Lewat Begitu Saja, Tengah Bulan Selalu Berasa Tanggal Tua? Ini Cara Mengatasinya
• Susi Pudjiastuti Pastikan Jadi Bos BUMN? Segera Cepat Dilantik Agar Basmi Cukong, Ini Kata DPR
"Membangun daerah bukan hanya membangun dengan fisik, tetapi bagaimana membangun SDM-nya. Agar masyarakat bisa menyalurkan bakat dan prestasi masing-masing," katanya.
Fasha pun mengapresiasi seluruh panitia dan pengurus PABBSI Kota Jambi. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana serta anggaran tetap bisa menggelar kejuaraan tersebut.
"Ini sebagai seleksi menuju Porprov 2020, saya harap juga bisa diikuti oleh cabor lain. Sehingga kejuaraan ini akan menghasilkan bibit-bibit atlet terbaik yang menjadi tolok ukur untuk ikut di Porprov 2020," katanya.
Dirinya pun siap mendukung para atlet Kota Jambi yang mengikuti Kejurprov ini jika lolos seleksi berlaga di Porprov Jambi 2020.
"Nanti kita support mereka. Karena tadi saya katakan disambutan bahwa, membangun olahraga ini sama pentingnya seperti membangun jalan, membangun rumah sakit dan membangun sekolah," katanya.
Fasha pun berharap ke depan dunia olahraga di Jambi dapat lebih berbicara di tingkat nasional maupun internasional. Di Kejurprov ini, Fasha meminta kepada wasit dan juri bertindak secara tegas dan adil.
"Bawalah pertandingan ini ke arah yang sportif, mudah-mudahan menghasilkan para juara yang sejati," katanya.
Sementara, ketua PABBSI Kota Jambi, Muhili menyampaikan Kejurprov diikuti seluruh kabupaten/kota se- Provinsi Jambi.
Antusias atlet juga, kata Muhili sangat tinggi. Pasalnya, ajang Kejurprov ini sebagai penentuan ikut di ajang Porprov Jambi 2020 mendatang.
"Total atlet itu untuk angkat besi sebanyak 70 orang. Kalau angkat berat sebanyak 80 orang. Jadi semua 150 atlet," jelasnya singkat.
Sementara Ketua KONI Provinsi Jambi, Indra Armendaris mengatakan bahwa ajang ini merupakan kejuaraan daerah. Ia pun berharap cabor lain bisa menggelar kejuaraan pra Porprov sebagai ajang seleksi sebelum perhelatan akbar olahraga itu digelar di Provinsi Jambi pada 2020.
"Selama ini banyak yang tidak jelas. Kita harapkan kedepan yang ikut dalam Porprov itu betul-betul atlet. Jadi kejuaraan ini bisa jadi tolak ukur," pungkasnya. (Rohmayana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/26112019_atlet.jpg)