Kronologi 19 Balita dan Ibu Hamil di Brebes Keracunan Usai Makan Bubur Ayam di Posyandu!
Sebanyak 19 balita dikabarkan keracunan di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Sabtu (23/11/2019).
TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 19 balita dikabarkan keracunan di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Sabtu (23/11/2019).
Dilaporkan, keracunan yang menimpa belasan balita tersebut terjadi pascakegiatan Posyandu di Balai Desa Bangbayang.
Selain 19 balita itu, ada tiga orang dewasa yang juga keracunan, termasuk seorang ibu hamil, diduga berasal dari makanan pendamping yaitu nasi bubur ayam.
• Imbas Pengeroyokan Suporter Indonesia, Pemerintah Indonesia Layangkan 3 Nota Protes ke Malaysia
Seorang korban keracunan, Abdul Mutholib mengatakan, dirinya saat itu sedang bekerja di dekat Balai Desa Bangbayang.
Kemudian dia ditawari nasi bubur ayam dari kegiatan Posyandu yang sedang berlangsung.
Satu jam berselang, Mutholib langsung mengalami mual dan muntah. Kepalanya juga mengalami pusing-pusing. Ia tak menyadari jika gejala tersebut akibat keracunan makanan.
• Kronologi Ustaz Riza Muhammad Ditahan dan Dideportasi di Hongkong Saat Hendak Berdakwah
"Usai makan bubur ayam itu saya langsung mual dan muntah. Saya langsung pulang untuk membeli obat tapi ternyata sorenya ramai keracunan makanan itu," ucapnya.
Adapun nama-nama korban keracunan meliputi M Arka (2,5), Rayana (1,5), M Akbar (2), Mulki (3), Sandi (10 bulan), Zaki (3), Arsa (20 bulan), Raudhatul Tuba (16 bulan), Kiasah (1,5), M Marfah (2), Azah (20 bulan).
Kemudian Zidan (16 bulan), Nafa (8), Gema (8), Sakira (5) dan M Dimas (1). Untuk Bumil adalah Nurlaela Sari (19). Orang dewasa meliputi Supriyatin (52) dan Abdul Mutholib (63).
Tiga nama korban balita lainnya baru teridentifikasi Sabtu (23/11/2019) malam.
Seorang warga, Rukhiyat (41) mengatakan, keponakannya menjadi salah satu korban keracunan massal itu. Ia mengaku keponakannya mengalami muntah-muntah sejak siang hari.
• Misteri Penyebar Video Panas Luna Maya Ariel NOAH Muncul, Benarkah Sosok Anak Pejabat Tinggi?
"Dari siang hingga sore, adik saya mengeluh, anaknya muntah-muntah dan menangis terus," ucapnya.
Ditambahkannya, apa yang dialami keponakannya ternyata juga terjadi pada sejumlah warga di lingkungan RW 3 Desa Bangbayang.
Semua korban keracunan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Bantarkawung.
Banyaknya jumlah pasien dan keterbatasan ruangan membuat penanganan medis tidak hanya dilakukan di dalam ruang perawatan Puskesmas, namun juga di selasar Puskesmas.