TRIBUN WIKI: Teka-teki Penemuan Benda Mirip Peninggalan Umat Hindu di Demang Sarolangun

Warga Desa Demang Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun, belum lama ini dihebohkan dengan penemuan benda menyerupai peninggalan umat Hindu.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Diduga peninggalan umat Hindu ditemukan di Desa Demang, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun. 

Teka-teki Penemuan Benda Mirip Peninggalan Umat Hindu di Demang Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Warga Desa Demang Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun, belum lama ini dihebohkan dengan penemuan benda menyerupai peninggalan umat Hindu.

Penemuan itu menimbulkan banyak tanya, karena banyak warga desa belum mengetahui keberadaan benda tersebut.

Berawal dari informasi yang diperoleh Tribunjambi.com, bahwa di daerah Kecamatan Limun terdapat situs yang diduga peninggalan umat Hindu.

Hal ini menarik karena situs agama hindu itu berada pada suatu desa terpencil.

Berangkat dari situ, Tribunjambi.com mencoba menggali informasi tersebut. Diawali dengan perjalanan menuju lokasi yaitu di Desa Demang, Kecamatan Limun, Sarolangun.

Sekira kurang lebih dua jam perjalanan disuguhkan pemandangan yang tidak biasa, yaitu aktivitas Penambanagan Emas Tanpa Izin (PETI) semakim marak.

Kronologi 2 Orang Tewas saat di Sumur Lubang Jarum PETI Tanah, Tanah Jatuh ke Dalam

Rojer Siahaan Tewas Dengan Luka Tusukan di Dada Saat Tawuran, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

WOW Besaran Gaji Ahok BTP Sebagai Komisaris Utama Pertamina Kalahkan Gubernur dan Presiden Lohhh!

Di perjalanan terdengar mesin diesel dan alat berat yang beroperasi. Seperti hal biasa jika masyarakat melewati kawasan itu.

Setibanya di lokasi desa, banyak masyarakat yang tak mengetahui keberadaan situs agama hindu itu.

"Aii, dak ado, bohong tu," kata Parji, salah seorang warga.

Tak sampai di situ berbekal informasi dari sosial media, Tribunjambi.com bertanya kembali kepada istri mantan Kepala Desa Demang, yaitu bu Eli.

"Iya kami pernah denger kalau ada ditemukan seperti candi, tapi kami jugo dak tau, itu sudah lamo," katanya.

Satu persatu warga sekitar mengaku tidak mengetahui keberadaan situs agama Hindu itu. Penelusuran kembali dilakukan demi menemukan keberadaan situs berupa (pura) agama Hindu.

Berbekal informasi, Tribunjambi.com menemui tokoh pemuda sekitar. Edi Kusnadi warga sekitar membenarkan hal itu, menurutnya informasi dan penemuan itu sudah lama, namun baru terkuak akhir-akhir ini.

“Sudah lama pura itu ditemukan warga, cuma baru booming sekarang setelah ada yang posting di akun Facebook,” kata Edi.

Dia menjelaskan, dahulu sekitar tahun 2000an cerita dari tokoh masyarakat bahwa ada seorang wanita mengaku dari Bali sedang mencari makam atau kuburan nenek moyangnya.

Wanita ini kata Edi, memiliki garis silsilah keturunan nenek moyang yang dimakamkan di wilayah Demang. Dan akhirnya menemukan makam itu yang berada di pinggir sungai tidak jauh dari pemukiman warga.

Namun untuk menjelaskan itu semua katanya perlu ahli dari sejarah tentang keberadaan benda tersebut.

“Untuk jelasnya, itu perlu ada ahli sejarah dan ahli arkeologi peninggalan kuno yang berkompeten, namun yang jelas bangunan itu ada. Di Desa Demang, di sana ada datuk Jalil itu juga paham cerita dibangun pura itu kapan,” kata Edi.

NYINYIRAN Pedas PKS Untuk Staf Khusus Presiden Jokowi Periode 2019-2024, Jangan Sekedar Gimik!

Ratusan Pebalap Turun di Sumatera Cup Prix (SCP) 2019, Race saat Hujan Turun di Kota Baru

Update Terkini Nama Korban Lubang Jarum PETI dan Kondisinya, Polisi Masih Penyelidikan

Sekretaris Desa Demang yang ditemui Tribunjambi.com mengaku tak tahu perihal peninggalan Hindu tersebut.

"Saya kurang tahu," katanya.

Setelah ditunjukkan foto, ia bilang jika sebelumnya pernah ada yang datang ke tempat itu, namun dirinyapun tak mengetahui persis dimana lokasi benda tersebut.

"Ado pernah anak kampus tu, tapi sayo jugo dak tau persis di mano," katanya.

Akhirnya ia bersama warga mencoba menelusuri keberadaan benda tersebut. Dengan sepeda motor perjalanan ke lokasi menempuh jarak kurang lebih 20 menit dari pusat Desa Demang.

Setelah hampir sampai di lokasi, kami harus menyeberangi sungai Batang Limun yang sudah keruh dan surut karena musim kemarau.

Setelah menyebrangi sungai, perjalanan dilanjutkan dengan berjalanan kaki melewati Lubuk Onge. Banyak duri tajam dan ranting pohon.

Sekira lima menit dari bibir bukit sampai lah di sebuah puncak dan alhasil tampak sebuah situs bersejarah itu berdiri kokoh.

Adanya fakta bahwa di Desa Demang Kecamatan Limun meninggalkan benda seperti milik umat Hindu.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved