BPCB Jambi Pastikan Benda Peninggalan Umat Hindu di Sarolangun Baru, Tak Masuk Benda Cagar Budaya

BPCB Jambi memastikan jika penemuan benda mirip peninggalan umat Hindu di Desa Demang, Kecamatan Limun merupakan bangunan barun.

BPCB Jambi Pastikan Benda Peninggalan Umat Hindu di Sarolangun Baru, Tak Masuk Benda Cagar Budaya
ist
Diduga peninggalan umat Hindu ditemukan di Desa Demang, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun. 

BPCB Jambi Pastikan Benda Peninggalan Umat Hindu di Sarolangun Baru, Tak Masuk Benda Cagar Budaya

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sarolangun mengatakan jika penemuan benda mirip peninggalan umat Hindu di Desa Demang, Kecamatan Limun merupakan bangunan baru.

Menurut Helmi, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan saat dihubungi mengatakan bahwa, dirinya sudah turun ke lokasi dan menanyakan langsung dengan tokoh masyarakat setempat tentang sejarah benda tersebut. 

“Saya dan staf beberapa hari yang lalu dapat info itu langsung ke lokasi cek kebenarannya, memang benar ada bangunan dekat kuburan mirip pura hindu,” kata Helmi.

Helmi mengaku bertanya langsung dengan tokoh masyarakat setempat yang tau persis keberadaan itu yang bernama Datuk Jalil.

“Saya bertanya langsung sama tokoh masyarakat sana yang bernama Datuk Jalil, kata dia sekitar tahun 1999 ada wanita yang mengaku dari Bali namanya Putu Yuana yang mencari kuburan keturunan nenek moyangnya. Pencarian itu ditemani langsung oleh beliau (datuk Jalil). Sampai ke Lubuk Bedorong dan Bukit Bulian wanita ini mencari tahu namun tidak menemukan kuburan tersebut,” kata Helmi menceritakan.

TRIBUN WIKI: Teka-teki Penemuan Benda Mirip Peninggalan Umat Hindu di Demang Sarolangun

TRIBUN WIKI: Diduga Benda Sejarah Ditemukan di Samping Makam Keramat, Kini Terancam Aktivitas PETI

Kronologi 2 Orang Tewas saat di Sumur Lubang Jarum PETI Tanah, Tanah Jatuh ke Dalam

Helmi kembali menuturkan cerita datuk Jalil, akhirnya wanita ini melakukan ritual pertapaan keagamaan yang dia anut dan menemukan petunjuk arah makam nenek moyangnya, yakni berada di Desa Demang.

“Nah, kata Datuk itu setelah Putu Yuana melakukan ritual, kemudian menemukan petunjuk bahwa kuburan nenek moyangnya itu ada di Lubuk Ongeh Desa Demang dan dibangunlah pura oleh mereka untuk tanda dan tempat dia melakukan ritual ibadah. Di sana juga ada kuburan dengan tanda batu nisan sebanyak tujuh kuburan yang tidak boleh diganggu,” terang Helmi.

Tidak hanya itu saja, helmi yang saat itu berada di lokasi pura sempat berkomunikasi dengan ahli sejarah dan ahli arkeolog di pusat dengan cara telepon dan video Call. Dan mereka menjawab bahwa pura tersebut bukan peninggalan kuno.

“Di lokasi saya video call sama kawan saya ahli sejarah di kementrian pusat dan saya kirim juga poto pura itu, dan dia nelpon balik bahwa pura itu baru dibangun bukan zaman kuno atau ratusan tahun,” pungkas Helmi.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved