PT Pelindo II Cabang Jambi Berbenah Menuju Trade Facilitator, Manfaatkan Digital Mudahkan Layanan
Deputi General Manager of Commercial PT Pelindo II Cabang Jambi, Rindu Tamani, mengibaratkan trade facilitator sebagai fasilitas pelabuhan berbasis...
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Duanto AS
MENGUSUNG visi menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan, Indonesia Port Corporation (IPC) pun berbenah.
Memanfaatkan perkembangan dunia digital yang telah hampir menyentuh semua lini kehidupan masyarakat, IPC kemudian bergerak dari yang semula hanya sebagai operator terminal menjadi satu gerbang fasilitator perdagangan alias trade facilitator.
Gagasan untuk mendukung target tersebut telah dicanangkan sejak 2016 silam. Tujuannya menjadikan IPC sebagai fasilitator perdagangan kelas dunia melalui penerapan digital untuk meningkatkan pertumbuhan, produktivitas dan mempromosikan culture/budaya pada pengguna jasa. Termasuk yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) Cabang Jambi yang merupakan cabang dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang berkantor pusat di Tanjung Priok Jakarta.
Selain Jambi, PT Pelindo II memiliki total 12 pelabuhan yang dikelola tersebar di 10 provinsi, yakni Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Kalimantan Barat.
Dalam perbincangannya dengan Tribun Jambi, Deputi General Manager (DGM) of Commercial PT Pelindo II Cabang Jambi, Rindu Tamani mengibaratkan trade facilitator sebagai fasilitas pelabuhan berbasis aplikasi yang memungkinkan pengguna jasa berinteraksi cukup di ujung jari.
“Kalau dalam aplikasi perjalanan, ibaratnya Traveloka pelabuhan lah,” ia mencontohkan. Pengguna jasa pelabuhan dan pelayaran cukup bertransaksi menggunakan perangkat digital hingga pembayarannya.
Namun tak dipungkiri untuk mencapai itu semua dibutuhkan waktu. Dijelaskannya, sejak dimulai pada 2016 silam, selama 4 tahun atau hingga 2020 mendatang perencanaan lebih difokuskan pada digitalisasi dan IT base yang meliputi layanan kapal secara digital, mulai dari layanan peti kemas, request hingga penerbitan nota dan invoice.
Progresnya, saat ini PT Pelindo II cabang Jambi sudah memiliki reputasi internasional yang dibuktikan dengan sertifikasi ISPS code, peralatan modern, fasilitas lengkap, keamanan 24 jam, CCTV, serta didukung Sumber Daya Manusia yang profesional.
“Seiring dengan visi perusahaan,” imbuhnya.
Selanjutnya 2020 hingga 2024 masuk pada tahapan penyusunan update roadmap.
“Jadi saat ini masih dilakukan studi agar fasilitas ini bisa lebih simpel, aplicable, dan lebih mudah,” terangnya.
Tak dipungkiri kebutuhan adanya pelabuhan yang representatif, modern dan berbasis digital sangat diperlukan di Jambi. Hal ini didasari terus bertumbuhnya ekonomi Jambi dari waktu ke waktu.
Laporan Perekonomian Provinsi Jambi triwulan II-2019 tercatat 4,82 persen (YoY), menguat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,57 persen (YoY) juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2018 sebesar 4,70 persen (YoY).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto menjelaskan, pertumbuhan pada triwulan II Tahun 2019 terutama bersumber dari perbaikan kinerja lapangan usaha pertanian sejalan dengan menguatnya permintaan dan harga komoditas karet.
Membaiknya permintaan karet dipengaruhi oleh kebijakan tarif antidumping Amerika Serikat terhadap produk karet Tiongkok. Sementara, kenaikan harga komoditas karet didorong oleh pembatasan kuota ekspor oleh negara produsen utama yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (Indonesia, Thailand dan Malaysia).