Tim Arung Jeram Jambi Borong 11 Medali di Kejuaraan Dunia

Di Kejuaraan Internasional Silokek Goerfest Rafting World Cup 2019 di Sijunjung Sumatera Barat, tim arung jeram Jambi berhasil memborong 11 medali.

Tim Arung Jeram Jambi Borong 11 Medali di Kejuaraan Dunia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tidak disangka tim arung jeram Provinsi Jambi mampu unjuk gigi di tingkat internasional.

Di Kejuaraan Internasional Silokek Goerfest Rafting World Cup 2019 di Sijunjung Sumatera Barat, tim arung jeram Provinsi Jambi berhasil memborong 11 medali. Enam medali perak, lima medali perunggu.

Medali yang diraih tersebut disumbang dari nomor perlombaan Sprin, Head To Head, Slalom Rum, dan down River Rase.

Kejuaraan dunia arung jeram Silokek Georfest open yang digelar 10-15 November 2019 lalu, diikuti 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Republik Ceko, serta Slovakia. Federasi Arung Jeram Indonesia (Faji) Provinsi Jambi sendiri mengirim empat tim, tiga tim putra dan satu 1 tim putri sebanyak 20 atlet.

Rencana Pemkot Jambi Ajukan Pinjaman Rp400 Miliar, Fasha Surati Kejari Jambi dan KPK

Dukcapil Kota Jambi Buka Posko Pengaduan untuk Pendaftaran CPNS

Dampak Pembukaan CPNS, Pembuat e-KTP di Tebo Membludak

Ketua Faji Provinsi Jambi Pontas Sitanggang mengatakan, meskipun kejuaraan dunia Arung Jeram ini dilaksanakan hanya seminggu pasca kejurnas arung jeram di Kabupaten Kerinci lalu.

Awalnya, menurut Pontas, keikutserataan Jambi hanya untuk menambah pengalaman atlet arung jeram Jambi di tingkat internasional. Namun prestasi atlet Provinsi Jambi cukup membanggakan, bahkan melebihi ketika menjadi tuang rumah Kejurnas di Kerinci.

"Ini di luar prediksi kita, karena anak-anak baru selesai Kejurnas, ternyata bisa meraih 11 medali," kata Pontas, kepada Tribunjambi.com, Minggu (17/11).

Dikatakan Pontas, pada kejuaraan dunia ini tim-tim yang turun adalah tim yang sudah profesional, yang tingkat pengetahuan mereka terhadap arung jeram, savety maupun tenaga diatas atlet Jambi. Selain itu peralatan yang digunakan atlet Jambi pun jauh tertinggal kualitasnya.

"Dayung itu anak-anak kita gunakan dayung plastik dengan gagang alumunium, sementara atlet yang lain menggunakan dayung karbon. Syukur kita bisa mengimbangi mereka, hingga bisa dapat 11 medali," sebutnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved