Belum Cukup Umur untuk Menikah, 9 Pasangan Ajukan Dispensasi ke Pengadilan Agama Kuala Tungkal

Pasca Undang-Undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan disahkan, sembilan pasangan mendapatkan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Kuala Tungkal

Belum Cukup Umur untuk Menikah, 9 Pasangan Ajukan Dispensasi ke Pengadilan Agama Kuala Tungkal
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi menikah. 

Belum Cukup Umur untuk Menikah, 9 Pasangan Ajukan Dispensasi ke Pengadilan Agama Kuala Tungkal

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL – Pasca Undang-Undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan disahkan, sembilan pasangan mendapatkan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Kuala Tungkal.

Pemerintah resmi mengesahkan Undang-Undang No 16 Tahun 2019 sebagai Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan seperti yang diamanatkan Mahkamah Konstitusi (MK).

UU Perkawinan yang baru mengubah batas minimal menikah laki-laki dan perempuan minimal di usia 19 tahun. Sebelumnya, batas usia menikah bagi laki-laki ialah 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

Fenomena ini memberikan dampak terhadap masyarakat di daerah khusunya pasangan yang akan melangsungkan pernikahan, namun terkendala di aturan yang baru disahkan tersebut.

RSUD Raden Mattaher Nunggak Bayar Obat hingga Rp10 Miliar, Direktur Sebut Gara-gara BPJS

Bersaksi untuk Asiang, Asrul Dicerca Hakim Soal Uang Rp5 Miliar

VIDEO: Zumi Zola Sapa Lewat Jendela, Pengadilan Tipikor Jambi Mendadak Ramai Anak SMA Minta Foto

Ketua Pengadilan Agama Kuala Tungkal melalui Wakil Ketua, Zakaria Ansori menyampaikan pasca disahkan beberapa waktu lalu, di Pengadilan Agama Kuala Tungkal terdapat beberapa orang yang mengurus dispensasi kawin.

“Fenomena nikah dibawah umur, kemaren itu presentasenya sedikit. Tapi dengan lahirnya UU nomor 16 tahun 2019 itu, sembilan perkara masuk sejak diundangkan,” katanya di ruang kerjanya, Selasa (12/11/2019).

Selama ini kata Zakaria dengan aturan umur 16 tahun, masih terdapat masyarakat yang minta dispensasi kawin. Terlebih menurutnya banyak masyarakat yang belum mengetahui peraturan tersebut telah diberlakukan.

Diceritakannya, sebelum peraturan tersebut terdapat pasangan yang akan melangsungkan pernikahan dengan mendaftar diri ke Kantor Urusan Agama, namun karena aturan tersebut pihak KUA menyarankan ke PA terlebih dahulu karena usia yang bersangkutan 16 tahun. Sementara sesuai dengan aturan sebelumnya masih bisa.

Kendati demikian, dia mengapresiasi adanya aturan tersebut. Sebab berdampak pada laju pertumbuhan angka kelahiran serta mendukung kedewasaan bakal pasangan yang akan menikah.

“Kalau kita baca semangat Undang-Undang itu persamaan hak laki laki dan perempuan, kematangan usia, mengurangi lajunya pertumbuhan penduduk. Kalua kita baca perubahan UU tersebut,” ujarnya.

Jika diperbolehkan memberi masukan, Zakarian akan menyarankan batas usia untuk perkawinan yaitu 17 tahun. Dan berharap hokum yang dibuat itu berdasarkan dalil hukum yang hidup di tengah masyarakat. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved