Berita Bungo

Pertimbangkan Jarak Tempuh Siswa dan Guru, Disdikbud Bungo Masih Kaji Wacana Merger Sekolah

Pertimbangkan Jarak Tempuh Siswa dan Guru, Disdikbud Bungo Masih Kaji Wacana Merger Sekolah

Pertimbangkan Jarak Tempuh Siswa dan Guru, Disdikbud Bungo Masih Kaji Wacana Merger Sekolah
Tribunjambi/Mareza
Pertimbangkan Jarak Tempuh Siswa dan Guru, Disdikbud Bungo Masih Kaji Wacana Merger Sekolah 

Pertimbangkan Jarak Tempuh Siswa dan Guru, Disdikbud Bungo Masih Kaji Wacana Merger Sekolah 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Terkait wacana merger sekolah yang digaungkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bungo masih melakukan pengkajian.

Kepala Disdikbud Bungo, Masril melalui Kabid Pendidikan Dasar, Nasrun mengaku, pihaknya telah mengetahui wacana tersebut. Namun untuk diterapkan di Kabupaten Bungo, ada hal-hal yang masih dipertimbangkan.

"Di antaranya seperti siswa-siswa dan guru-gurunya, jika dimerger, nanti manajemennya di sekolah yang mana. Itu yang masih kita kaji," katanya, saat dijumpai di ruang kerjanya.

Siswanya Sedikit, Siap-siap Sekolah SMK Akan Dimerger, Berlaku Tahun 2020

Kekurangan Siswa, DPRD Setuju 23 Sekolah di Kota Jambi Dimerger

Perempuan Ini Nekat Bawa Kabur Motor Scopy Kenalannya di Facebook, dan Berakhir di Pengadilan

SESAAT LAGI! Bagus Kahfi Dkk Beraksi, Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs Hongkong Pukul 19.00

Menurut Nasrun, pertimbangan yang saat ini masih dikaji, satu di antaranya adalah jarak tempuh siswa dan guru ke sekolah.

Sebab, jika misalnya, dua sekolah dimerger, pihaknya akan memilih satu di antara sekolah yang paling dekat dengan jarak tempuh sebagian besar siswa dan guru, juga pemukiman sekitar.

Meski begitu, kata Nasrun, dalam sistem merger yang diwacanakan tersebut, hanya manajemen sekolahnya saja yang digabungkan menjadi satu sekolah.

"Mereka tetap belajar mengajar di sekolah, seperti biasa. Hanya saja, manajemen sekolahnya menjadi satu. Kepala sekolahnya nanti cuma satu juga," jelasnya.

Sistem merger itu dilakukan untuk sekolah, baik tingkat SD mau pun SLTP, yang tidak memiliki kecukupan siswa minimal, yaitu 60 orang.

Sejauh ini, ada beberapa sekolah yang, kata dia, memiliki siswa di bawah 60 orang. Namun untuk menerapkan sistem merger tersebut, pihaknya masih perlu melakukan pengkajian agar 'penggabungan' sekolah tersebut tidak berimbas buruk pada para siswa dan guru.

Pertimbangkan Jarak Tempuh Siswa dan Guru, Disdikbud Bungo Masih Kaji Wacana Merger Sekolah (Mareza/Tribunjambi.com)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved