DIKENAL Cerdas dan Sempat Lulus Tes Polisi, Bombang Akhirnya Hidup Dalam Pasungan Selama 10 Tahun

Valeria Panu (62), seorang ibu di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, merawa

Editor: rida
kompas.com
Mama Valeria Panu (62) sedang membawa sepiring nasi bagi anaknya di Pondoknya di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT, Jumat, (1/11/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) Gambar 02 Maximilianus Bombang (41) yang di pasung di pondoknya di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT, Jumat, (1/11/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)(KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR) 

TRIBUNJAMBI.COM- Valeria Panu (62), seorang ibu di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, merawat anak sulungnya, Maximilianus Bombang (41) yang di pasung selama 10 tahun di pedalaman Manggarai Timur, Jumat, (1/11/2019).

Valeria mengaku bahwa anak sulungnya menderita gangguan jiwa.

Bombang, sulung dari lima bersaudara ini mengalami gangguan jiwa pada 2004 lalu, ia mengamuk sekaligus melempari rumah sendiri dan tetangga di kampungnya.

ANIES Baswedan Ungkap Kelemahan Sistem E-Budgeting Yang Dibangun Ahok, Sudah Tahu Sejak Tahun Lalu

VIDEO 7 Mobil Dinas Wakil Gubernur Babel Dirusak Massa, Begini Kondisi Terkini Wabub!

DOKTER Boyke Bongkar Bagian Tubuh Nikita Mirzani yang Bikin Bule Klepek-klepek hingga Melamarnya

Pada 2004, kondisi Bombang belum begitu parah.

Namun, pada 2006, kondisinya semakin di luar kendali, sehingga keluarga bersama warga kampung berinisiatif memasungnya di sebuah tanah kosong yang tak jauh dari rumah orangtua.

"Sejak di pasung 2006 itu, setiap pagi, siang dan malam, saya dengan penuh kesabaran membawa makanan, minum dan keperluan lainnya," kisah Valeria kepada KOMPAS.com, Jumat, (1/11/2019) malam.

Lulus tes seminari Valeria menceritakan, anak sulungnya pernah mengikuti seleksi masuk Seminari Pius XII Kisol dan dinyatakan lulus.

Namun, Bombang tidak bisa bersekolah di sana karena ketiadaan uang untuk membiayai masuk seminari tersebut.

Akhirnya anaknya masuk di sekolah menengah pertama di Manggarai Timur hingga masuk di SMA Katolik Pancasila Borong hingga lulus pada 1997.

Setelah lulus SMA, lagi-lagi keluarga tak memiliki uang untuk membiayai Bombang kuliah.

Bombang akhirnya merantau ke Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

MENGEJUTKAN Artis Korea Posting Berhijab, Eks Lee Min Ho Semakin Cantik: Ternyata Ini Alasannya

Kenal Lebih Dekat Ajudan Cantik Bupati Muarojambi, Tangguh di Luar, Lembut di Dalam

VIDEO: Polantas Tebingtinggi yang Pukul Sopir Ambulans yang Bawa Pasien, Akhirnya. . .

"Anak saya sebagaimana diceritakan guru SD Katolik Gulung tergolong cerdas, hingga lulus tes masuk Seminari Pius XII Kisol. Saya juga dengar bahwa anak saya sempat tes polisi di Mataram dan lulus, namun tidak kanjut hingga Ia kembali ke kampung," kisah Valeria.

Sepulang dari Mataram, Bombang kembali ke kampung halamannya sebelum akhirnya memutuskan merantau di negeri orang, Malaysia.

Titik balik Bombang terjadi ketika ia pulang dari Malaysia.

Valerie menyebutkan bahwa anaknya mulai mengalami sakit gangguan jiwa.

Bombang bahkan mendapat perawatan kejiwaan.

Valeria menjelaskan, Bruder Gordi dari Panti Renceng Mose Ruteng sempat memberikan obat selama satu bulan pada 2006.

SEMINGGU Jadi Menkopolhukam, Mahfud MD Kabarkan Foto Anaknya Dipakai Untuk Penipuan, Begini Kisahnya

TERTIBKAN Tambang Ilegal, Rombongan Wakil Gubernur Dikepung Massa, Tujuh Mobil Dirusak

Barbie Kumalasari Ungkap Cara Unik Lampiaskan Rindu ke Galih Ginanjar,Begini Reaksi Nagita Slavina?

VIDEO : Pengakuan Penjual Cilok Cantik yang Viral di Solo, Awalnya Cuma Bantu Kakak, Kini Omset Naik

Kondisi Bombang sempat membaik ketika rutin minum obat.

Namun, Bombang kembali "kumat" kala obat yang dikonsumsinya habis.

Valeria mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada petugas kesehatan yang mengunjung dan memberikan pelayanan kesehatan kepada Bombang.

"Kami keluarga pernah satu kali berobat di orang pintar atau dukun, namun tak kunjung sembuh," jelasnya.

Valeria berharap, pemerintah harus hadir untuk memberikan pelayanan medis bagi anak sulungnya yang sedang di pasung di pondoknya.

Valeria Panu butuh bantuan

Valeria Panu mengaku membutuhkan bantuan untuk membeli obat atau membawa Bombang ke Panti Renceng Mose Ruteng demi membebaskan sang putra sulung dari pasungnya.

"Saya juga setiap saat berdoa agar ada orang yang berbaik hati untuk memulihkan derita anak sulung saya ini agar bebas dari pasung," katanya.

"Ketika anak sulung dipasung, saya sebagai mamanya sangat menderita melihat dan merasakan jeritan sakit yang dialaminya. Kiranya ada yang menolong agar anak saya bebas dari pasung dan pulih dari gangguan jiwanya," sambung Valeria.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Valeria Panu Rawat Anak Sulungnya yang Terpasung di Pedalaman Manggarai Timur"

Penulis : Kontributor Manggarai, Markus Makur
Editor : Irfan Maullana

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved