DIKENAL Cerdas dan Sempat Lulus Tes Polisi, Bombang Akhirnya Hidup Dalam Pasungan Selama 10 Tahun
Valeria Panu (62), seorang ibu di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, merawa
Bombang bahkan mendapat perawatan kejiwaan.
Valeria menjelaskan, Bruder Gordi dari Panti Renceng Mose Ruteng sempat memberikan obat selama satu bulan pada 2006.
• SEMINGGU Jadi Menkopolhukam, Mahfud MD Kabarkan Foto Anaknya Dipakai Untuk Penipuan, Begini Kisahnya
• TERTIBKAN Tambang Ilegal, Rombongan Wakil Gubernur Dikepung Massa, Tujuh Mobil Dirusak
• Barbie Kumalasari Ungkap Cara Unik Lampiaskan Rindu ke Galih Ginanjar,Begini Reaksi Nagita Slavina?
• VIDEO : Pengakuan Penjual Cilok Cantik yang Viral di Solo, Awalnya Cuma Bantu Kakak, Kini Omset Naik
Kondisi Bombang sempat membaik ketika rutin minum obat.
Namun, Bombang kembali "kumat" kala obat yang dikonsumsinya habis.
Valeria mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada petugas kesehatan yang mengunjung dan memberikan pelayanan kesehatan kepada Bombang.
"Kami keluarga pernah satu kali berobat di orang pintar atau dukun, namun tak kunjung sembuh," jelasnya.
Valeria berharap, pemerintah harus hadir untuk memberikan pelayanan medis bagi anak sulungnya yang sedang di pasung di pondoknya.
Valeria Panu butuh bantuan
Valeria Panu mengaku membutuhkan bantuan untuk membeli obat atau membawa Bombang ke Panti Renceng Mose Ruteng demi membebaskan sang putra sulung dari pasungnya.
"Saya juga setiap saat berdoa agar ada orang yang berbaik hati untuk memulihkan derita anak sulung saya ini agar bebas dari pasung," katanya.
"Ketika anak sulung dipasung, saya sebagai mamanya sangat menderita melihat dan merasakan jeritan sakit yang dialaminya. Kiranya ada yang menolong agar anak saya bebas dari pasung dan pulih dari gangguan jiwanya," sambung Valeria.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Valeria Panu Rawat Anak Sulungnya yang Terpasung di Pedalaman Manggarai Timur"
Penulis : Kontributor Manggarai, Markus Makur
Editor : Irfan Maullana