72 KK di Lorong Orang Kayo Hitam Muara Bulian Setuju Direlokasi, Beri Opsi Rumah Pengganti

Sebanyak 72 kepala keluarga (KK) di Lorong Orang Kayo Hitam, Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari

TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Sebanyak 60 KK di Jalan Rangkayo Hitam Kelurahan Muara Bulian dan Kelurahan Pasar Baru akan direlokasi oleh Pemkab Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Sebanyak 72 kepala keluarga (KK) di Lorong Orang Kayo Hitam, Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari akan direlokasi.

Rencana relokasi tersebut lantaran kawasan itu berada di bantaran Sungai Batanghari dan berpotensi longsor tiap tahunnya.
Rencana relokasi ini sebelumnya sudah diwacanakan sejak 2017 lalu hanya saja belum dapat terealisasi alias gagal. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari melanjutkan proses relokasi tersebut.

Dan pemkab berjanji akan merampungkan pembebasan tanah di lokasi baru dengan anggaran yang teralokasikan dari APBD sekitar Rp 3,8 miliar.

Ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Batanghari, Zulkifli. Ia mengatakan, ada empat lokasi yang menjadi lokasi baru dari permukiman warga di Lorong Orang Kayo Hitam

"Dari empat lokasi itu terpilih satu lokasi yang dinilai cocok sesuai dengan tata ruang yaitu di RT 19 samping Pasar Ternak. Karena lokasi itu berbunyi peruntukan kawasannya adalah untuk permukiman," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (3/11).
Ia memastikan lokasi itu sudah tersedia dan pembangunan perumahan untuk warga yang direlokasi yaitu pada 2020 mendatang.

"Kita sudah mengusulkan ke Kementerian PU untuk pembangunan perumahan itu di tahun 2020. Salah satu syarat adalah tersedianya lokasi tanah. Bentuk rumahnya adalah rumah tipe 36. Dan nantinya yang membangun adalah dari Kementerian PU bukan kita," ungkapnya.

Zulkifli melanjutkan, Pemkab Batanghari sudah mengadakan pertemuan berkali-kali dengan warga setempat terkait relokasi dan pada dasarnya mereka menyetujui rencana tersebut.

"Terkait ganti rugi dari relokasi ini adalah rumah baru itu ganti ruginya," ujarnya.

Mengenai lokasi lama ketika sudah direlokasi, Zulkifli mengatakan lokasi tersebut nantinya menjadi kewenangan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi.

"Namun saya mengusulkan untuk dibangun turap untuk menyelamatkan lokasi yang ada dari longsor. Lalu menjadi tempat untuk destinasi seperti Ancol. Namun kita serahkan kepada balai sungai," jelasnya.

Rencana relokasi ini memang mendapat persetujuan warga. Ini disampaikan oleh salah satu warga RT 5, Kelurahan Muara Bulian, Paisal.

"Masyarakat yang terdampak relokasi pada dasarnya setuju dengan lokasi pemukiman yang baru," katanya. Ia mengatakan, warga tetap meminta ganti rugi walau nantinya mendapatkan rumah baru di lokasi yang telah ditentukan.

"Jadi ada beberapa warga yang mau di relokasi langsung, ada juga warga yang minta ganti rugi," ujarnya.

Dilanjutkannya, persoalan ganti rugi akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya secara teknis yang bekerjasama dengan TP4D Kejari Batanghari masalah NJOP.

"Kita minta TP4D menggiring masalah ini, sehingga tidak ada cukong-cukong yang mengelabui masyarakat bawah," jelasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved