WIKIJAMBI: Kuliner Dermaga Puding, Dari Sekadar Tempat Nongkrong Hingga Pesan Moral yang Dijaga

Masyarakat Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Rantau Rasau sendiri, menyebut lokasi bersantai tersebut dengan sebutan kawasan kuliner Dermaga Puding.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
Tribun Jambi/Zulkifli
Ilustrasi. Ratusan warga Tanjab Timur berlomba untuk dapatkan ikan terbesar diacara lomba rakyat yang digelar Pemerintah Tanjab Timur untuk memperingati HUT ke-73 kemerdekaan Indonesia, Minggu (19/8). 

WIKIJAMBI: Kuliner Dermaga Puding, Dari Sekedar Tempat Nongkrong Hingga Pesan Moral Yang Masih Dipertahankan

Laporan Wartawan Tribun Jambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Menghilangkan letih dan penat setelah menempuh perjalanan ke wilayah paling timur di Kabupaten Tanjabtim, terdapat satu tempat nongkrong yang asik dapat menjadi referensi penghapus lelah. 

Masyarakat Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Rantau Rasau sendiri, menyebut lokasi bersantai tersebut dengan sebutan  kawasan kuliner Dermaga Puding

Bukan tanpa alasan, nama kuliner Dermaga Puding sendiri diambil sesuai dari kondisi dan keberadaan tempat nongkrong tersebut, yang dibuat diatas eks dermaga bongkar muat yang sempat berjaya pada puluhan tahun silam.

Setelah menempuh perjalanan lebih kurang satu jam dari Pusat Ibu Kota Kabupaten Tanjab Timur (Kompleks Perkantoran). Pengunjung akan tiba di persimpangan yang dikenal dengan Simpang Empat Kantor Camat Rasau. 

Dari titik tersebut, pengunjung tinggal satu langkah lagi untuk dapat menikmati tempat nongkrong dengan sensasi yang mengikuti aura tersendiri. Lebih kurang 15 menit (3 kilo) dari simpang tersebut pengunjung sudah dapat menikmati bersantai di pinggiran anak sungai ditemani lalu lalang kapal bermuatan yang melintas. 

Berbeda dengan tempat tongkrongan yang berada di pesisir lainnya, tongkrongan kuliner khas kuliner puding ini sendiri dapat diakses dengan Tiga transportasi langsung. 

Baik menggunakan, jalur air maupun menggunakan sepeda motor dan mobil dengan jalur yang sudah lebar dan beraspal.

Selain itu pengunjung tidak harus banyak mengeluarkan biaya, cukup menyiapkan uang khusus makan dan minum.

Dikatakan Satu dari pemilik penyedia kuliner puding khas palembang Syahrul Rifaa, warga Sungai Puding Rt 01 Rw 01 Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Rantau Rasau, menuturkan di lokasi eks dermaga ini ada Tiga tempat tongkrongan terdiri dari enam pengelola yang memiliki konsep berbeda beda.

"Awalnya hanya satu, saya memulai berjualan toko rokok  oleh karena banyak anak muda yang nongkrong, timbullah ide untuk memanfaatkan dermaga yang tak terpakai ini dengan sedikit renovasi dan perbaikan," ujarnya 

Untuk nama sendiri para pengunjung lah yang memberikannya, karena banyaknya yang nongkrong generasi muda dan bersantai sembari menikmati cemilan jadi lebih dikenal dengan kuliner puding. 

"Kalo cafe lebih terkesan negatif, makanya tidak tepat jika disebut cafe. Karena yang datang juga bukan hanya muda mudi dan kaum keluarga juga banyak," bebernya

Syarat syarat awal pendirian tempat kuliner puding, awal mulanya pesan camat terdahulu terangi tempat percantik, murahkan harga, enakan kulinernya dan jika pemuda hilangkan image terdahulu sebagai tempat pemabuk dan sarang angker. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved