Bengawan Solo Surut, Pengangkatan 3 Perahu Zaman Kolonial Belanda Dari Dasar Sungai Dimulai
Masih ingat dengan temuan tiga perahu yang diduga sebagai peninggalan zaman kolonial Belanda yang ditemukan warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng
Satu orang nelayan berhasil ditemukan tidak lama setelah kejadian, yaitu Eli (55), warga Desa Pamalayan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara satu nelayan lainnya atas nama Ade Tohit (45) masih dalam pencarian aparat gabungan dari Satpolairud Polres Garut dan masyarakat.
"Sekarang kami sedang melakukan pencarian satu korban yang masih hilang," jelas Andri.
Dari informasi yang disampaikan petugas BPBD Garut, perahu KM mojang Santolo yang terhempas ombak malang, ditemukan para nelayan karam di lepas pantai Karang Papak sejauh 1/2 mil laut dalam kondisi tertelungkup.
Jarak pantai Karang Papak tempat ditemukannya kapal dengan lokasi kapal terhempas ombak malang di Pantai Santolo sendiri, terbilang tidak terlalu jauh.
Upaya evakuasi kapal telah dilakukan bersama korban yang meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Cikelet.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Perahu Zaman Kolonial Belanda Mulai Diangkat dari Dasar Sungai Bengawan Solo"
Penulis : Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Editor : Robertus Belarminus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/021119_penemuan-tiga-perahu.jpg)