Kehidupan Gelap Algojo (Eksekutor) Abad Pertengahan, Diasingkan hingga Tinggal di Pinggiran

Apakah dipekerjakan di pengadilan kerajaan yang indah atau kastil kecil terpencil, peran mereka adalah mengambil nyawa, mengencangkan tali

Editor: Suci Rahayu PK
via Ancient Origins
(Ilustrasi) kehidupan gelap para algojo abad pertengahan 

Kehidupan Gelap Algojo (Eksekutor) Abad Pertengahan, Diasingkan hingga Tinggal di Pinggiran

TRIBUNJAMBI.COM - Periode abad pertengahan dipenuhi berbagai jenis pekerjaan yang tidak diinginkan.

Ada pengumpul lintah hingga budak, tapi satu salah satu pekerjaan yang mungkin paling sulit adalah algojo abad pertengahan.

Melansir Ancient Origins, pekerjaan mereka adalah salah satu pekerjaan paling gelap dan paling tabu di abad pertengahan.

Apakah dipekerjakan di pengadilan kerajaan yang indah atau kastil kecil terpencil, peran mereka adalah mengambil nyawa, mengencangkan tali atau memenggal mereka yang ditakdirkan untuk masuk kuburan lebih awal.

Ilustrasi eksekutor
Ilustrasi eksekutor (Mirror)

Kapak mereka tidak mengenal kelas - besi tajamnya menewaskan petani sampai raja.

Algojo Abad Pertengahan: Master Pekerjaan 'Kotor'

Selama sebagian besar periode awal abad pertengahan, serta abad-abad berikutnya, kejahatan dan pelanggaran hukum merajalela di seluruh dunia.

Kejahatan adalah kejadian sehari-hari.

Dua Spesialis Pencuri Motor Ditangkap Polresta Jambi, Rahmat Pernah Ditahan Kasus Pencehan Seksual

Penampilan Tunangan Ajudan Pribadi Prabowo Jadi Viral, Cantiknya Mirip Tamara Bleszynski

Tapi di mana ada pelanggaran hukum, ada juga keadilan, meskipun terkadang kejam.

Seseorang diperlukan untuk melakukan peran yang tidak diinginkan siapa pun - sebagai algojo.

Sejak tahun 1200-an, masyarakat Eropa Barat dan Tengah semakin membutuhkan posisi resmi yang akan memenuhi kebutuhan mereka untuk memberikan hukuman mati kepada narapidana mereka.

Kota-kota terkemuka di seluruh Perancis, Jerman, dan Inggris membutuhkan algojo terampil untuk bertindak sebagai tangan keadilan ilahi yang ditunjuk oleh negara dan pengadilan kerajaan.

Salah satu posisi algojo resmi yang paling awal didokumentasikan berasal dari 1202, ketika seorang kepala suku terkemuka, Nicolas Jouhanne - dijuluki "la Justice" - ditunjuk sebagai algojo resmi kota Caux di Normandia.

Sejak saat itu, posisi resmi ini menyebar ke banyak ibu kota dan kota-kota besar di Eropa Barat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved