Berita Batanghari

28 Ribu Orang Terserang ISPA Selama Karhutla di Batanghari, Berikut Data dari Dinkes

28 Ribu Orang Terserang ISPA Selama Karhutla di Batanghari, Berikut Data dari Dinkes

28 Ribu Orang Terserang ISPA Selama Karhutla di Batanghari, Berikut Data dari Dinkes
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Kabut Asap di Batanghari beberapa waktu lalu. 28 Ribu Orang Terserang ISPA Selama Karhutla di Batanghari, Berikut Data dari Dinkes 

28 Ribu Orang Terserang ISPA Selama Karhutla di Batanghari, Berikut Data dari Dinkes

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Batanghari, berdampak kepada ribuan warga.

Hingga kini ada puluhan ribu penderita Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat kabut asap Karhutla.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari, total penderita ISPA sejak awal terjadi karhutla yaitu pada Juni - Oktober ada sekitar 28 ribu kasus ISPA.

Puluhan Ribuan Warga Kota Jambi Terserang ISPA Akibat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Prabowo Punya Wakil di Kemenhan, Dulunya Merupakan Musuh Bebuyutan saat Pilpres 2019 Lawan Jokowi

Daftar Merek Dagang Fashion yang Paling Banyak Dicari Palsunya (KW)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr Elvi Yennie mengatakan, angka kasus ISPA sejak Juni - September cendrung mengalami kenaikan.

Dari awal Juni ada 1.873 kasus, Juli ada 2.085 kasus, Agustus ada 2.271 kasus, September 2.977 kasus dan minggu terakhir Oktober ada 1.547 kasus.

"September ini adalah puncaknya. Karena saat itu kondisi udara di Batanghari sangat buruk," jelasnya, saat dikonfirmasi, Jumat (25/10/2019).

Meski demikian kata Elvi, penderita ISPA akibat kabut asap di Batanghari tidak sampai merenggut nyawa. 

"Sejauh ini, tidak ada yang meninggal karena kabut asap. Mungkin ada yang meninggal secara tak langsung lantaran punya penyakit kronis seperti penyakit jantung, asma dan lainnya," bilang dr Elvi.

Sejak awal kabut asap yang terjadi di Kabupaten Batanghari, pihaknya kata Elvi, melakukan berbagai upaya. Seperti melakukan edukasi dan imbauan kepada masyarakat baik secara langsung dan melalui puskesmas mengenai bahaya dan dampak kabut asap.

"Imbauan yang kita berikan seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, memaakai masker, berprilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Kemudian, pihaknya juga menyiapkan dan memastikan ketersediaannya fasilitas kesehatan (Faskes) di puskesmas dan rumau sakit yang ada di Kabupaten Batanghari.

"Lalu alat bersifat emergensi seperti oksigen, obat-obatan, dan nebulizer kita pastikan terpenuhi. Dan faskes yang diberikan sesuai intruksi bupati kemarin bahwa pengobatan yang diberikan kepada masyarakat itu gratis," pungkasnya.

28 Ribu Orang Terserang ISPA Selama Karhutla di Batanghari, Berikut Data dari Dinkes (Rian Aidilfi/Tribunjambi.com)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved