7 Terdakwa Penyelundupan Lobster di Jambi Divonis Lebih Ringan, Ini yang Dikatakan Penasehat Hukum

Tujuh terdakwa kasus penyelundup benih lobster divonis setengah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, pada Kamis (24/10) di Pengadilan Negeri Jambi.

Tribunjambi/Jaka HB
Terdakwa kasus penyelundupan benih lobster menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (24/10). 

7 Terdakwa Penyelundupan Lobster di Jambi Divonis Lebih Ringan, Ini yang Dikatakan Penasehat Hukum

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tujuh terdakwa kasus penyelundup benih lobster divonis setengah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, pada Kamis (24/10) di Pengadilan Negeri Jambi.

Sabha Mitra dan Jonny yang awalnya dituntut 2 tahun 6 bulan divonis 1 tahun 8 bulan oleh Yandri Roni selaku Ketua Majelis Hakim. “Denda satu miliar rupiah dan bila tidak dibayar akan diganti penjara 1 bulan,” katanya.

Selain itu untuk terdakwa Fajar Sadewa, Lizaro Zega, Ryan Hidayat, Ahmad Robetul Wafa dan Ujang Nana yang awalnya dituntut 2 tahun penjara juga divonis lebih ringan.

Para tersangka adalah Sabha Mitra, Jonny, Fajar Sadewa Prima, Lizaro Zega, Ryan Hidayat, Ahmad Robetul Wafa dan Ujang Nana. Mereka ditangkap di kawasan Thehok.

Dalam sakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Rendi disebutkan Jonny bertugas menghitung jumlah baby lobster yang ada. Ryan dan Ujang bertugas memisahkan baby lobster yang masih hidup dan sudah mati. Fajar dan Lizaro bertugas memindahkan baby lobster.

Carnaval Angso Duo, Ratusan Anak SD di Kota Jambi Ikut Lomba Membatik di Atas Layang-layang

Cuma Modal Tusuk Gigi, Warga Jambi Kuras ATM Korbannya hingga Puluhan Juta, Ternyata Begini Aksinya

Dalam dakwaan sebelumnya semua berawal dari perkenalan Sabha Mitra dengan Acong yang kini jadi DPO. Acong mengatakan pasa Sabha bahwa dirinya punya bisnis baby lobster dan meminta bantuan Sabha untuk mencarikan tempat persinggahan untuk penyegaran baby lonster yang akan dikirim ke Singapura melalui Jambi.

Lantas Sabha menemui AAT yang merupakan ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Lalu mengontrak rumah AAT dengan harga 13 juta rupiah.

Mereka dijerat pasal 106 UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Adi selaku penasehat hukum mengatakan rendahnya vonsi bisa dikarenakan para terdakwa tidak banyak mengetahui dan perannya cuma jadi pengantar.

"Bayarannya juga belum didapatkan," ungkapnya.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved