Menteri Retno Marsudi, Pratikno & Pramono Agung Masih Jadi Menteri Jokowi?
Mereka adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Menteri Retno Marsudi, Pratikno & Pramono Agung Masih Jadi Menteri Jokowi?
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Tiga pejabat menteri dan setara menteri di kabinet kerja periode 2014-2019 masih mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu tamu negara usai pelantikan sebagai presiden 2019-2024.
Mereka adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Ketiganya terlihat mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah negara memang dijadwalkan bertemu dengan Jokowi.

Antara lain Wakil Presiden China Wang Qishan, Wakil Presiden Vietnam Dang Thi Ngoc Thinh, dan Wakil Presiden Myanmar Henry Van Thio.
"Malam ini saya masih menerima beberapa wakil presiden mungkin nanti sampai jam 9," ujar Jokowi usai pelantikan di kompleks istana kepresidenan, Minggu (20/10).
Selain itu, ada pula sejumlah utusan negara yang akan bertemu dengan Jokowi.
Utusan negara yang hadir berasal dari Korea, Filipina, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.
Meski masih mendampingi, Jokowi bilang baru akan memperkenalkan kabinet baru besok, Senin (21/10). Perkenalan tersebut termasuk dengan perubahan nomenklatur yang dipastikan ada oleh Jokowi.
"Perubahan nomenklatur ada, besok lah, sing sabar semuanya," terang Jokowi.
Apakah tiga menteri ini bakal dipertahankan Jokowi? (Kontan)
• Demo Hari Minggu & Berakhir Ricuh di Hong Kong, Polisi Tak Sengaja Tembakkan Meriam Air ke Masjid
• Guru Ngaji Cabuli 7 Bocah, Korban Diberi Rp 5 Ribu Agar Tutup Mulut ,Ketahuan Saat Buang Air Kecil
Deretan Orang yang Dipanggil ke Istana - Wishnutama, Nadiem Makarim, Erick Thohir, Cristiany Euginia Tetty Paruntu
Wishnutama mendatangi Istana Kepresidenan pada Senin (21/10/2019) pagi.
Kedatangan Wishnu bertepatan dengan rencana Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Kerja Jilid 2.
Dia adalah orang keempat yang datang ke istana.
Wishnu tampak mengenakan kemeja putih.
Wishnutama lahir di Jayapura, Papua pada 4 Mei 1976.

Wishnutama yang dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO NET TV ini memiliki nama lengkap Wishnutama Kusubandio.
Wishnutama mulai bekerja di dunia pertelevisian pada tahun 1994, di stasiun TV Indosiar yang ketika itu masih dimiliki oleh PT EMTEK milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja.
Saat itu, ia memiliki posisi sebagai Supervisor On Air Promotion.
Perjalanan kariernya terus berlanjut hingga akhirnya namanya mulai dikenal publik saat menjadi petinggi di Trans TV.
Pada tahun 2013, Wishnutama mendirikan PT Net Mediatama televisi atau NET.TV.
Lima sosok calon menteri sejak pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.20 WIB, Senin 21 Oktober 2019 bergantian mendatangi Istana Negara, Jakarta.
Empat di antaranya dari kalangan profesional.
Mereka adalah ahli hukum tata negara yang cukup dikenal publik, Mahfud MD.

Mahfud MD bukan orang baru di kabinet.
Meski tidak masuk jajaran Kabinet Kerja Jokowi versi pertama, Mahfud MD pernah duduk di kursi menteri pertahanan saat pemerintahan Gus Dur.
Menyusul kedatangan Mahfud, terlihat Bupati Minahasa Selatan Cristiany Euginia Tetty Paruntu.
Tokoh Partai Golkar ini dikenal berhasil membangun perekonomian Minahasa Selatan yang terkenal sebagai lumbung pertanian wilayah timur Indonesia.
Tidak hanya Mahfud dan Tetty, tampak pula pendiri transportasi online, Gojek, Nadiem Makarim.
Pria 35 tahun ini mengaku dipanggil Presiden Jokowi untuk membantunya di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin periode 2019-2024.
• Profil Wishnutama, Lulusan Australia dan Amerika Serikat, CEO NET Ini Dipanggil Jadi Menteri Jokowi
• 13 Buah Ini Dianggap Unik, 5 Diantaranya Berasal dari Indonesia, Ada Nama Tangan Budha
Namun Nadiem menolak menyebut kursi apa yang bakal didudukinya
Kalangan profesional lain yang tampak di Istana Negara adalah Erick Thohir.
Erick merupakan ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.
Ia merupakan pengusaha sukses yang juga pernah menjadi ketua INASGOC saat pelaksanaan Asian Games di Jakarta, Agustus 2018 lalu.
Namun Erick belum memberikan pernyataan. (Kompas, Sumber Lain)