Berita Tanjab Timur
3 Kali Dioperasi, Penyakitnya Kembali Lagi, Firli, Warga Detuk Dawan, Tanjabtim, Idap Penyakit Aneh
3 Kali Dioperasi, Penyakitnya Kembali Lagi, Firli, Warga Detuk Dawan, Tanjabtim, Idap Penyakit Aneh
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Deni Satria Budi
3 Kali Dioperasi, Penyakitnya Kembali Lagi, Firli, Warga Detuk Dawan, Tanjabtim, Idap Penyakit Aneh
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Muhammad Firli Elsyaqiri, bocah berusia enam tahun, warga Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), sejak empat tahun silam menderita penyakit kulit langka.
Firli, bocah yang duduk dibangku kelas 1 SD tersebut, menderita penyakit langka sejak umurnya beranjak dua tahun.
Kondisi Firli saat ini kian memprihatinkan, dengan kulit kaki dan tangannya menebal seperti kapalan, dan terasa gatal serta perih.
Walaupun sudah dilakukan operasi sebanyak tiga kali, namun penyakit kulitnya terus saja muncul kembali.
• Bocah 11 Bulan di Sarolangun Menderita Penyakit Aneh, Kondisinya Melemah Karena Tak Ada Biaya
• Jelang Pelaksanaan Pilkada, Bawaslu Tanjab Timur Gelar Diskusi dan Sosialisasi
• Daftar Kenaikan UMP 2020 di 34 Provinsi Sebesar 8,51 Persen, Segini Total UMP Provinsi Jambi
• Kondisi Udara Membaik Pasca Diguyur Hujan, Disdik Tanjab Timur Batal Liburkan Siswa
Sherli (26) ibu Firli mengatakan, awalnya penyakit kulit Firli hanya sedikit pada bagian kaki dan terasa gatal. Tapi lama kelamaan menjadi banyak dan pecah-pecah, akibatnya menimbulkan rasa perih.
Menurut Sherli, pada saat kakinya terasa gatal, Firli tidak dapat berangkat ke sekolah karena sulit mengenakan sepatu.
Namun jika Ia sekolah, Firli harus memakai kaos kaki, jika tidak kakinya akan sakit terkena gesekan sepatu.
"Terkadang kalau Firli sekolah gatalnya kambuh. Kakinya pasti terasa panas, terpaksa sepatu harus dibuka. Dan, Dia juga sering nangis kalau menahan sakit," tutur ibunya, Selasa (15/10/2019).

Ibu dua anak ini menjelaskan, bahwa selama anaknya menderita penyakit tersebut, Dia dan suaminya terus berupaya untuk mengobati penyakit anaknya.
Firli yang juga anak pertama dari dua bersaudara tersebut sudah sering dibawa ke rumah sakit.
Rumah Sakit Arafah, Bhayangkara, Siloam dan rumah sakit lainnya, tapi tidak juga ada hasilnya.
"Operasi sudah tiga kali. Kakinya di kikis waktu di operasi, sudah hilang. Tapi tak lama muncul lagi dan kembali tebal. Dan, sampai pengobatan kampung pun sudah kami lakukan. Tapi, tetap juga anak saya tidak sembuh," bebernya.
• 4 Tersangka Korupsi Diungkap Kejari Batanghari Sepanjang 2019, Berikut Kasus dan Tersangkanya
• Ada Penampakan Tangan di Foto Perpisahan Jokowi dan Para Menteri, Roy Suryo Bongkar Fakta Sebenarnya
• Operasi Zebra Siginjai 2019 Segera Dimulai, Ini Imbauan Satlantas Polres Muarojambi untuk Pengendara
• Minyak Kepayang Asal Sarolangun Tembus Pasar Dunia, Bakal Launching Pomade dari Kepayang
Saat malam, Firli terkadang tidak bisa tidur, karena seluruh badannya terasa gatal dan sakit. Karena menahan gatal dan sakit Firli pun sering menangis.
"Kalau kami terus upayakan pengobatan. Tapi kadang Firli nya juga tidak mau, karena sudah keseringan berobat dibawa ke Jambi, mungkin sudah bosan. Kalau Dia tidak mau berobat, ya kami diam-diam membawanya, waktu dia lagi tidur," ungkapnya.