Kenaikan UMP 2020, Ternyata Ada Dampak Negatif dan Positifnya, Apa saja? Sebesar 8,51 Persen

Dosen Fakultas Ekonomi UBB Devi Valeriani menjelaskan, pro dan kontra UMP antara pelaku usaha dan tenaga kerja

Kenaikan UMP 2020, Ternyata Ada Dampak Negatif dan Positifnya, Apa saja? Sebesar 8,51 Persen
Kompas.com
Ilustrasi 

Kenaikan UMP 2020, Ternyata Ada Dampak Negatif dan Positifnya, Apa saja? Sebesar 8,51 Persen

TRIBUNJAMBI.COM - Dosen Fakultas Ekonomi UBB Devi Valeriani menjelaskan, pro dan kontra UMP antara pelaku usaha dan tenaga kerja selalu menjadi rutinitas dikala periode penetapan UMP akan diberlakukan.

Terlebih telah dikeluarkannya surat Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia bertanggal 15 Oktober 2019 yang ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia, perihal kenaikan UMP ditetapkan sebesar 8,51 persen, yang perhitungan telah mengacu pada angka inflasi nasional sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen.

Kenaikan UMP 2020 harus sudah ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya pada 1 November 2019.

Dia menjelaskan, ada pandangan positif dan negatif mengenai kenaikan UMP tersebut. Dampak positif di antaranya adalah pendapatan masyarakat meningkat sehingga standar kebutuhan hidup layak akan terpenuhi, yang berujung kepada kesejahteraan.

Ramalan Zodiak Hari Ini 19 Oktober 2019 Aries Alami Stres, Ketangguhan Gemini Sedang Diuji

Fakta Baru KKB Papua Ternyata Terpecah Bela, Aksi Egianus Kogoya yang Bikin Kelompok Lain Iri

"Dampak lainnya yaitu daya beli akan semakin meningkat yang harapannya akan meningkatkan jumlah produksi barang dan jasa yang akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomin," ujar Devi, Jumat (18/10/2019) malam.

Namun, Devi mengatakan, selain dampak positif tersebut dampak negatif yang akan terjadi dari kenaikan UMP adalah kecenderungan naiknya harga barang dan berpengaruh juga terhadap investasi. Karena salah satu pertimbangan investor ketika berinvestasi pada satu daerah adalah masalah UMP.

"Dari sisi pelaku usaha jika memang harus mengikuti aturan UMP namun kondisi keuangan tidak memungkinkan maka langkah PHK bisa saja dilakukan," katanya.

Menurut Devi, tidak semua pelaku usaha mampu memenuhi UMP tersebut. Mekanisme pasar tenaga kerja akan berlaku, karena tidak semua tenaga kerja memenuhi kompetensi pada lapangan kerja yang dibutuhkan.

"Sehingga menyebabkan tenaga kerja mau bekerja walaupun dengan upah dibawah UMP. Namun jika tenaga kerja memang memiliki kompetensi yang sesuai maka mereka tetap meminta upah sesuai UMP," ucap dia.

Menurut Devi, pengusaha biasanya berharap kenaikan UMP tidak memberatkan mereka. Atau cukup dengan kenaikan UMP namun tidak ada lagi beban tambahan pungutan-pungutan lainnya yang di tarik dengan alasan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

(bangkapos.com/ Dedy Qurniawan)

Bagaimana Cara Pria Ini Menghidupi 39 Istri, 94 Anak, 33 Cucu, Gedung 100 Kamar, Mau Menikah Lagi?

VIDEO Viral Pasangan Selingkuh Mirip Pejabat Pemerintahan Kabupaten Ramai DIsebar di Whatsapp

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Dampak Positif dan Negatif Kenaikan UMP 2020 Menurut Dosen Fakultas Ekonomi UBB Devi Valeriani, https://bangka.tribunnews.com/2019/10/18/dampak-positif-dan-

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved