Begini Tanggapan Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah Terkait Ritual Dukun Jelang Pelantikan Jokowi

Begini reaksi Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terkait ritual dukun jelang pelantikan Jokowi

Begini Tanggapan Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah Terkait Ritual Dukun Jelang Pelantikan Jokowi
22022018_ilustrasi ritual 

"Yang Islam berdoa secara Islam, yan saya juga berdoa, mendoakan agar bangsa ini aman, nyaman karena ini juga kesepakatan bersama."

Mengenai pihaknya yang turut menggelar acara 'selametan' ia menuturkan budaya Indonesia memang seperti itu.

"Indonesia punya budaya tersendiri yang kumpal kumpul untuk selametan, untuk istighozah memohon kepada Allah, bangsa Indonesia ini selamat, nyaman," kata Marsudi.

"Persoalan ada orang atau kelompok yang berdoa kepada Tuhan, ya memang bangsa Indonesia punya ritual masing-masing dan kepercayaannya," ujarnya

Kondisi Terkini di Dukcapil Kota Jambi, Blangko Tersedia 800-an, Data Print Ready 4000-an

Ia pun mengatakan akan menghormati keyakinan orang lain.

"Menghormati mereka yang punya keyakinan. Mungkin tidak sama dengan NU, mungkin tidak sama dengan Muhammadiyah. Tapi itu keyakinan mereka," kaya Marsudi.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Marsudi Syuhud mengomentari terkait adanya ritual yang dilakukan seorang bapak tua di depan Gedung Nusantara V DPR RI.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Marsudi Syuhud mengomentari terkait adanya ritual yang dilakukan seorang bapak tua di depan Gedung Nusantara V DPR RI. (Capture Kompas Tv)

Sedangkan turut hadir dalam program tersebut, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.

Abdul menuturkan adanya ritual itu karena beragamnya keyakinan yang dianut bangsa Indonesia.

"Ya itu pilihan warga negara Indonesia ya, kalau ada klenik kita adanya klinik."

WIKIJAMBI - Sambal Kweni dan Aneka Sambal Lainnya Tersedia di Kedai Inechity, Kuliner Jambi

"Tapi kalau ada klenik ya itu bagian dari keyakinan bangsa Indonesia yang sangat beragam agamanya, dan itu sesuatu dalam konteks negara yang pancasila legal, ujar Abdul.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved