Kejar Adipura 2019, Pemkab Sarolangun Razia PKL Nakal di Jalan Lintas Sumatera

Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang ruas Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Sarolangun menjadi sasaran penertiban petugas, Jumat (18/10).

Kejar Adipura 2019, Pemkab Sarolangun Razia PKL Nakal di Jalan Lintas Sumatera
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang ruas Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Sarolangun menjadi sasaran penertiban petugas, Jumat (18/10). 

Kejar Adipura 2019, Pemkab Sarolangun Razia PKL Nakal di Jalan Lintas Sumatera 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang ruas Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Sarolangun menjadi sasaran penertiban petugas, Jumat (18/10).

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perkim, Disperindag dan Satpol PP Sarolangun kembali lakukan penertiban dipimpin oleh Asisten I Arief Ampera, didamping Kadis Perkim Saifullah, Kasat Pol PP Riduan dan anggota.

Disamping pembersihan tata kota, hal ini juga dilakukan dalam rangka persiapan penilaian piala Adipura 2019 yang mana di lokasi tersebut merupakan titik penilaian.

Saat penertiban sempat terjadi cekcok dengan pedagang karena PKL tidak mau lapaknya diangkut. Akhirnya beberapa barang juga diangkut dengan mobil karena pemilik lapak tidak berada di lokasi.

Kepala Dinas Perkim Saifullah menjelaskan, penertiban yang dilakukan karena saat ini Pemerintah Kabupaten Sarolangun sedang bersiap diri untuk mengejar penghargaan Adipura.

Pernah Menang di 2015, PAN Ingin PKB Tetap Menjadi Teman Koalisi di Pemilukada 2020

Eko Syaelendra Merapat ke PKS dan PKB, Ambil Formulir untuk Cek Endra

HORE, UMP Jambi Bakal Naik Tahun Depan, Segini Besarannya

"Kami melakukan penertiban dan penataan pedagang kaki lima ini, berkaitan dengan persiapan Adipura yang mana minggu depan sudah penilaian," ujarnya.

Terkait penertiban dan surat pemberitahuan, Saifullah menyebutkan jika semua pedagang sudah disurati, bahkan bukan hanya satu atau dua kali. Dan pihaknya tidak melarang pedagang untuk berjualan tetapi harus mengikuti aturan.

"Pemerintah tidak melarang untuk berdagang tetapi ikuti aturan. Seperti waktu berjualan yang boleh di bawaj jam 15.00 WIB serta selesai berjualan gerobak dibawa jangan ditinggal di lokasi," tegas Saifullah.

Sementara Kasat Pol PP Riduan menegaskan, jika masih kedapatan para pedagang yang masih membandel maka pihaknya tidak akan segan-segan menindak.

"Jika masih ada yang tidak mau ikut aturan maka kita akan tindak tegas," tegas Riduan.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved