TERUNGKAP, 3 Polisi Lepaskan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari: Ibu Hamil pun Diterjang Peluru

TRIBUNJAMBI.COM - Lima polisi yang melanggar standar operasional prosedur (SOP) saat melakukan

TERUNGKAP, 3 Polisi Lepaskan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari: Ibu Hamil pun Diterjang Peluru
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Ilustrasi - Massa demo meloncati tembok pembatas jalan Tol Dalam Kota karena dipukul mundur oleh polisi dengan gas air mata pada aksi demo di depan Gedung DPR-MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

TRIBUNJAMBI.COM - Lima polisi yang melanggar standar operasional prosedur (SOP) saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sultra, ternyata tidak mengikuti apel sebelum melakukan pengamanan demontrasi mahasiswa.

Sehingga kelima anggota polisi dari Satreskrim Polres Kendari ini tidak mendengar arahan atau intruksi kapolres dan membawa senjata api.

"Instruksi kapolres bahwa setiap personel pengamanan unras tidak boleh bawa senjata api, tapi mereka tidak ikut apel karena habis tugas dan langsung bergabung dengan teman-temannya di gedung DPRD, Sultra," ujar Kepala Biro Provos Divisi Mabes Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo, Kamis (17/10/2019).

Spoiler One Piece Chapter 959 - Misteri-misteri Setelah 4000 Pasukan Hilang Entah ke Mana

Sementara itu, untuk mengetahui kepemilikan proyektil, sambung Hendro, tim investigasi dari Bareskrim Mabes masih melakukan penyelidikan.

Diketahui hasil uji balistik yang sedang dilakukan di antara dua negara yakni Belanda atau Australia.

"Dari Reskrim melakukan penyidikan, berdasarkan analisa ilmiah sesuai fakta scientific crime investigation. Kalau mereka mengaku menembak terhadap korban Randi tentu mudah bagi kita untuk melakukan pengungkapan tersangka siapa yang melakukan penembakan," ujarnya.

Pilkades Serentak di Tanjab Barat, Bupati Safrial : Menang Merangkul, Kalah Mendukung

Diberitakan sebelumnya, sebanyak lima dari enam polisi yang telah melanggar standard operational procedure (SOP) dalam pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sultra, menjalani sidang disiplin di Ruang Sidang Dit Prompam Polda Sultra, Kamis (17/10/2019).

Kelimanya menjalani sidang disiplin karena membawa senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa menolak UU KPK dan sejumlah RUU yang dinilai bermasalah di gedung DPRD Sultra pada Kamis (26/9/2019).

Kelima anggota polisi dari Satuan Reserse Kriminal dan Intel di polres dan Polda Sultra, pangkat bintara dengan inisial GM, MI, MA, H dan E.

Siapa Artis yang Lakukan Pesugihan Hingga Dijadikan Tumbal?Robby Purba dan Anak Indigo Ungkap Ini!

Sementara satu orang perwira inisial DK akan menjalani persidangan besok, Jumat (18/10/2019).

Halaman
123
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved