Berita Jambi
Status Darurat Karhutla Segera Berakhir, Pemprov Jambi Lihat Perkembangan Kabut Asap dan Karhutla
Status Darurat Karhutla Segera Berakhir, Pemprov Jambi Lihat Perkembangan Kabut Asap dan Karhutla
Penulis: Zulkipli | Editor: Deni Satria Budi
Status Darurat Karhutla Segera Berakhir, Pemprov Jambi Lihat Perkembangan Kabut Asap dan Karhutla
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemprov Jambi akan memperpanjang status darurat Karhutla di Provinsi Jambi. Hal itu dilakukan jika beberapa hari ke depan Karhutla dan kabut asap tak kunjung berakhir.
Sebab, SK Gubernur Jambi mengenai status darurat Karhutla, berlaku hingga 21 Oktober mendatang.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M Dianto, kepada Tribunjambi.com, Kamis (17/10/2019).
Dia mengatakan untuk perpanjangan status masih melihat situasi dan kondisi. Jika kondisi Kabut asap yang disebabkan Karhutla makin membahayakan, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) tentunya mengupayakan perpanjangan status Karhutla itu.
• Kota Jambi Diguyur Hujan, Kondisi Kabut Asap Masih di Posisi Tidak Sehat
• Kabut Asap di Bungo Masuk Ketegori Tidak Sehat, ISPU Capai Angka 173
• Kabut Asap dan Hujan Abu Karhutla Makin Tebal di Pematang Raman, Muarojambi
"Karena status siaga darurat masih berlaku sampai minggu depan tanggal 21 Oktober. Kalau beberapa hari nanti situasinya malah makin membahayakan, ya kita upayakan perpanjangan," tuturnya.
Selain itu, Dianto menyebutkan untuk mengeluarkan anggaran tak terduga Karhutla, harus ada Kabupaten yang menaikkan status.
Dengan demikian, lanjutnya, level (status, red) di Provinsi pun juga akan naik. "Kalau sudah level Provinsi naik, maka Provinsi dapat mengeluarkan anggaran yang ada untuk membantu tim dalam pemadaman Karhutla," ungkapnya.
Dianto juga mengatakan, dalam pantauannya di posko Karhutla bandara lama, terdapat empat helikopter water bombing yang standby.
Namun menurutnya, jika melihat pengalaman dari awal hingga saat ini terjadinya Karhutla, helikopter water bombing tersebut tampaknya tidak mampu mengatasi Karhutla yang terjadi di Jambi, bila dibandingkan dengan turunnya hujan.
"Oleh karena itulah, pemerintah pusat berusaha untuk membuat hujan buatan. Tetapi hujan buatan syaratnya awan harus di atas 70 persen, baru bisa mereka menaburkan garam. Tapi alhamdulillah saat ini sudah hujan," pungkasnya.
Diketahui, hujan yang terjadi kemarin, selain prakiraan cuaca BMKG Jambi akan turunnya hujan dalam sepekan terakhir, juga disebabkan oleh hujan buatan dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan tim TMC Balai Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT).
Status Darurat Karhutla Segera Berakhir, Pemprov Jambi Lihat Perkembangan Kabut Asap dan Karhutla (Zulkifli/Tribunjambi.com)