WIKIJAMBI - Belajar Sejarah Bioskop di Museum Bioskop Jambi, Ada Ribuan Benda Kuno

Harkopo Lie, owner Tempoa Art Galery mengungkapkan proses pembuatan Museum Bioskop ini berlangsung sekira dua tahun bersama Fakultas Seni Rupa IKJ.

WIKIJAMBI - Belajar Sejarah Bioskop di Museum Bioskop Jambi, Ada Ribuan Benda Kuno
Tribunjambi/Nurlailis
Koleksi museum bioskop yang berlokasi di Tempoa Art Galery, Jelutung Jambi. 

WIKIJAMBI - Belajar Sejarah Bioskop di Museum Bioskop Jambi, Ada Ribuan Benda Kuno

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -12 Oktober diperingati sebagai hari museum nasional. Di Jambi selain Museum Siginjai dan Museum Perjuangan ada yang dinamakan Museum Bioskop yang berlokasi di Tempoa Art Galery, Jelutung Jambi.

Harkopo Lie, owner dari Tempoa Art Galery mengungkapkan proses pembuatan Museum Bioskop ini berlangsung sekira dua tahun bersama dengan Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dibuka pertama kali pada festival budaya bioskop November 2018.

di Kota Jambi pada masa dulu ada beberapa bioskop seperti Mega, Ria, Duta, Murni, Sumatera, President 1 dan 2, Mayang dan Sitimang. Juga bioskop-bioskop yang ada di kabupaten yang ada di Jambi.

Saat ini bioskop-bioskop tersebut sudah lama menghilang dan digantikan bioskop masa kini. Jika anda ingin tahu bagaimana bioskop zaman dulu bekerja, anda bisa mengunjungi Museum Bioskop di Tempoa Art Galery.

PRABOWO Subianto Prihatin saat Besuk Menkopolhukam Wiranto: Saya Tidak Melihat Ada Rekayasa

Manusia Terakhir Pewaris Dideng, Jalan Panjang Sang Maestro Menghidupkan Kearifan Lokal

Yuk Kenalan dengan Carenina, Si Cantik yang Jadi Gadis Wakil III Kota Jambi 2019

Tidak perlu merasa bingung kalau kamu lahir dari generasi 2000an keatas yang tidak mengalami bioskop jaman dulu. Akan ada pemandu yang akan menjelaskan apa saja yang ada di festival ini.

Berdasarkan keterangan, bioskop keluarga Lie mengalami masa jaya pada tahun 1970 hingga menjelang 1990an. Kawasan Provinsi Jambi sudah diperhitungkan sebagai kawasan yang berpotensi menyerap penonton.

Salah satu benda ikonik adalah proyektor alat yang dulu digunakan untuk memutar film.  Selain itu ada ruangan berisi 1.180 baliho film yang tersusun rapih.

Bukan hanya itu saja anda juga akan melihat rol film, speaker, alat pengangkut rol film, bangku bioskop, baju seragam petugas bioskop, harga tiket bioskop, senter, kaset, dan hal lainya. Bagi anak muda sekarang mungkin akan terkejut karena harga tiket nonton dulu bisa Rp 600.

Bukan hanya bernostalgia dengan bioskop saja, ada ruangan dengan arena permainan yang jaya pada tahun 90an yaitu istana anak-anak atau dindong. Beberapa lukisan dan foto tentang Jambi juga terpampang sebagai informasi tentang kearifan lokal di Jambi. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved