Warga Sebut Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto Miliki Pistol Sampai Tak Pernah Tampak ke Masjid
Sosok pasutri pelaku penusukan Wiranto disebut memiliki pistol dan tidak pernah tampak jalankan salat di Masjid
TRIBUNJAMBI.COM - Sosok pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto yang juga pasangan suami istri ternyata dikenal warga memiliki kepribadian yang tertutup bahkan cenderung janggal.
Sehari-harinya, pasutri tersebut jarang berbaur dengan warga sekitar dan banyak melakukan hal-hal yang menimbulkan tanda tanya.
Sosok pasutri pelaku penusukan Wiranto disebut memiliki pistol dan tidak pernah tampak jalankan salat di Masjid.
Baca: Menkopolhukam Wiranto Alami 2 Musibah Memilukan Ini, Sebelum Ditusuk di Banten!
Baca: Menkopolhukam Wiranto Ditusuk, Keamanan Jelang Pelantikan Jokowi-Maruf Amin Jadi Sorotan
Baca: Geger Hantu Kuyang di Samarinda, Rekaman Warga Bikin Netizen Ngeri, Sampai Jadi Bahan Candaan
Salah seorang warga, Nita, mengatakan, aktivitas sehari-hari keduanya jarang diketahui warga lantaran pintu rumah sering tertutup meski mereka berjualan pulsa.
"Ya, memang jualan pulsa, tapi tapi enggak pernah itu gabung-gabung. Saya juga sampai gak tahu namanya, kita sempat curiga sih, tapi hati-hati takut timbul fitnah," kata Nita kepada wartawan di Kampung Sawah, Kamis (10/10/2019).
Dia juga mengatakan tidak pernah melihat pelaku pria ke masjid.
Bahkan saat Jumat pun, kata dia, tidak shalat di masjid Kampung Sawah.
Baca: Sindiran Jerinx SID Soal Wiranto Ditusuk, Ragukan Jenis Pisau hingga Hanum Rais Sebut Settingan
Baca: Amalan dan Keutamaan Sunnah Hari Jumat, Baca Surat Al Kahfi, Shalawat dan Waktu Mustajab untuk Doa
Baca: FANTASTIS! Isi Saldo ATM Ruben Onsu Bikin Geleng Kepala, Tak Sengaja Dibongkar Raffi Ahmad

"Kalau yang lain jumatan di sini, dia malah jalan kaki, gak tahu ke mana," kata dia.
Sementara warga lain, Sheny, mengatakan pernah mendengar cerita dari anak kedua pelaku yang mengaku ibunya tidak memiliki peralatan shalat di kontrakannya seperti mukena dan sajadah.
Sheny juga mengaku pernah sekali masuk ke rumah kontrakan pelaku saat hendak membeli pulsa.
Saat itu, dia mengatakan, menjumpai pistol dan sejumlah buku agama.
"Saya lihat ada pistol, kata anaknya yang umur 13 tahun itu punya Abi (pelaku pria)," kata dia.
Ketua RT setempat, Mulyadi, mengatakan, keduanya tinggal di sebuah kontrakan petak yang disewa sejak Februari 2019.
"Mulai ngontrak kira-kira Februari, sudah sekitar 7 bulan lah, pertama masuk dia yang laki - laki bernama Syahril Alamsyah sama anaknya perempuan umur sekitar 13 tahun," kata Mulyadi kepada Kompas.com di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019).
Kepada Mulyadi, Syahril mengaku berbisnis online berbagai macam barang, mulai dari madu, pakaian anak-anak, pulsa dan travel.