Partai Gerindra Dikabarkan Incar 3 Posisi di Kementrian Ini, Begini Analisa Pengamat!

Tiga kursi menteri yakni Menteri Pertahanan (Menhan), Menko Polhukam dan Menteri Pertanian (Mentan) kabarnya diincar oleh Partai Gerindra

Partai Gerindra Dikabarkan Incar 3 Posisi di Kementrian Ini, Begini Analisa Pengamat!
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan tersebut sebagai silaturahmi serta membahas berbagai persoalan bangsa. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tiga kursi menteri yakni Menteri Pertahanan (Menhan), Menko Polhukam dan Menteri Pertanian (Mentan) kabarnya diincar oleh Partai Gerindra.

Kader Gerindra kabarnya diharapkan mengisi jabatan di tiga kementerian tersebut.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diisukan telah meminta jatah kursi menteri pertahanan di Kabinet Jokowi 2019-2024 dalam lima tahun mendatang.

Baca: Ingat Irena Justine? Meninggal Akibat Serangan Jantung, Penyebabnya Makanan Gurih Ini, BisaKetagihan

Baca: GEGER 7 Jam Usai Dimakamkan Korban Insiden Kecelakaan ke Rumah, Polisi Ungkap Kejadian Sebenarnya

Baca: Yusuf Oeblet Kini Bongkar Fakta yang Tak Terungkap Soal Kelakuan Cita Citata: Muridku Dimana-mana!

"Jika Prabowo akhirnya hanya mengincar kursi Menhan, maka perannya yang semakin menguat dianggap sejajar dengan aktor politik arus utama di perpolitikan nasional akan memudar. Sebagian besar orang akan menilai tingginya pragmatisme Prabowo, dan akan mencatat Ia hanya puas dengan kursi menteri," ujarnya dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews.com, Senin (8/10/19).

 

Dia menambahkan, posisi Menhan akan menjadikan Prabowo jadi bawahan presiden yang notabene adalah Jokowi yang dua kali bertarung dengan dirinya pada Pilpres.

"Bawahan tidak lagi sejajar apapun dalihnya," ujar pengamat alumni Lowa State University, lowa (IA) Amerika Serikat, Program Master of Art in Political Science ini.

Ireng menegaskan, jika Prabowo tidak sungguh-sungguh untuk mengambil posisi Menhan, dia masih akan menjadi rujukan kekuatan politik yang mewarnai dinamika demokrasi Indonesia.

Ireng menambahkan, di banyak peristiwa politik belakanan ini, publik masih sangat menunggu sikap dan tindakan politik Prabowo sebagai respon dari berbagai persoalan yang ada di Tanah Air.

Baca: Malangnya Gadis Cantik Cianjur, Diculik, Disekap, Dizinah 3 Pria Sekaligus Selama 4 Hari lalu Dijual

Baca: Padahal Baru Resmi Bercerai, Nikita Mirzani Langsung Punya Pacar Baru, Sayangnya Tak Mau Lakukan Ini

Baca: 169 Mobil Subaru Dilelang Dirjen Bea dan Cukai Hari Ini, Jaminan Rp 19 Juta-Rp 90 Juta, Gini Caranya

Menurutnya, kelihatan sekali Prabowo masih diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan politik arus utama.

Karenanya, mengincar posisi Menhan, akan membuat Prabowo Subianto sama seperti menggali penolakan yang dalam dari para pendukungnya yang sudah terlanjur loyal. Mereka akan menyimpan ingatan tentang Prabowo yang ternyata hanya mementingkan jabatan.

"Ketika Prabowo sudah mempersempit ruang perannya sendiri dengan menjadi Menhan, itu sama saja mengkerdilkan arti penting dirinya sebagai tokoh politik," beber Ireng.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved