(EDITORIAL) Memburu Penyebab Bencana Kabut Asap

Jajaran kepolisian di Provinsi Jambi kini sedang bekerja keras untuk mengungkap satu per satu pelaku pembakaran hutan dan lahan

(EDITORIAL) Memburu Penyebab Bencana Kabut Asap
tribunjambi/samsul bahri
Kebakaran Hutan dan Lahan sampai dengan saat ini masih terjadi di wilayah Kabupaten Muarojambi, satu di antaranya kebakaran yang terjadi di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Minggu (22/9/2019). TNI, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Muarojambi, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api turun untuk melakukan pemadaman. Adapun lahan yang terbakar merupakan lahan milik PT Bara Eka Prima. 

Jajaran kepolisian di Provinsi Jambi kini sedang bekerja keras untuk mengungkap satu per satu pelaku pembakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap.

Tidak hanya menyasar individu, kepolisian kini juga sedang menyasar koorporasi, karena memang banyak sekali lahan yang terbakar justru berada di wilayah milik perusahaan.

Contoh di Tebo,   kepolisian telah menyegel lahan milik PT Alam Bukit Tigapuluh (PT ABT). Hal ini dilakukan dalam rangka penyelidikan. Di luar itu, dua perusahaan lainnya kini sedang diselidiki oleh Polres Tebo terkait keterlibatan dalam karhutla.

Harapan kepada pihak kepolisian memang sangat besar agar mampu mengungkap pelaku pembakar lahan dan hutan, tak terkecuali perusahaan-perusahaan yang ada di Jambi.

Menurut data yang Tribun himpun dari kepolisian, cukup banyak perusahaan yang lahannya terbakar, bukan hanya puluhan hektare, namun ada yang hampir seribu hektare.

Di antaranya yakni PT REKI luas lahan 35 hektare kejadian 4 Agustus 2019 area di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang Kabupaten Muarojambi Jambi berstatus lidik, PT BEP luas lahan 30 hektare kejadian 7 September 2019 area Devis 5 blok E 8 Kumpeh Ilir, dan berstatus lidik, PT SMP Luas Lahan 106 hektare di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir dengan status lidik.

Kemudian  PT ATGA luas lahan 89 hektare kejadian  19 Agustus 2019 lokasi di Desa Jatimulya dan Desa Catur Rahaya, Kecamatan  Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan status lidik, PT PDI luas lahan 15 hektare lokasi di Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpe  Ilir, Kabupaten Muarojambi dengan status lidik, PT Pesona luas lahan 15 hektare, lokasi Desa Betung, Kecamatan Kumpeh Ilir, Muarojambi dengan status lidik, PT PHL luas lahan 10 hektare lokasi Desa Londrang, Kecamatan Kumpe Kabupaten Muarojambi dengan status lidik.

PT ABT Luas Lahan 140,5 hektare lokasi kejadian di RT 09 Desa Pemayung, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo dengan status lidik, PT PHK luas lahan 40 hektare lokasi Teluk Reda, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo dengan status lidik, PT Secona luas lahan 40 hektare, Desa Teluk Reda, Kecamatan Tebo Ilir, Kebapaten Tebo dengan status lidik.

Dan dua perusahaan kini berstatus tersangka yakni PT MAS luas lahan terbakar 972 hektare, lokasi di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, PT  DSSP luas lahan terbakar  45 hektare.

Penertiban terhadap koorporasi yang terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan harus didukung penuh, karena bagaimanapun, jangan sampai investasi justru mengorbankan banyak orang.

Hal ini juga sebagai efek jera agar jangan sampai bencana kabut asap, langit yang memerah, siang hari berubah bak malam, puluhan ribu orang terkena ISPA, meninggal karena sesak nafas, tidak lagi terulang di tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. (*)

Editor: awang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved