Target 2023, Begini Cara Maulana Turunkan 2 Persen Angka Kemiskinan di Kota Jambi

Tim TKPK sebagai wadah untuk menanggulangi kemiskinan, menggelar rapat terpadu, Jumat (4/10) di Aula Bappeda Kota Jambi.

Target 2023, Begini Cara Maulana Turunkan 2 Persen Angka Kemiskinan di Kota Jambi
Tribunjambi/Rohmayana
Tim TKPK sebagai wadah untuk menanggulangi kemiskinan, menggelar rapat terpadu, Jumat (4/10) di Aula Bappeda Kota Jambi. 

Target 2023, Begini Cara Maulana Turunkan 2 Persen Angka Kemiskinan di Kota Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Tim Koordinasi Penanganan Kemiskinan (TKPK) sebagai wadah untuk menanggulangi kemiskinan, menggelar rapat terpadu, Jumat (4/10) di Aula Bappeda Kota Jambi. Program TKPK merupakan program nasional yang melibatkan semua unsur unit kerja di Pemkot Jambi.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Maulana serta dihadiri beberapa kepala OPD di lingkungan Pemkot Jambi. Maulana menyebutkan, semua ini dilibatkan dengan tujuan agar penaggulangan kemiskinan dilakukan dengan terintegrasi, terpadu dan sistematis melibatkan banyak pelaku dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pelaksanaan.

“Sebagaimana diketahui, prinsip dasarnya rapat teknis TKPK ini agar program TKPK di seluruh OPD dapat berjalan secara bekerjasama. Sehingga pda tahun 2020 mendatang tidak ada lagi program OPD yang berjalan sendiri-sendiri,” sebut Maulana.

Baca: VIDEO: 5 Waktu Terbaik untuk Kamu yang Pertama Kali Umrah

Baca: Motor Kesayangan Dijual Pacar, Pria di Jambi Mengaku Sudah Tak Cinta Lagi

Baca: APBD Kota Jambi Tahun 2020 Diperkirakan Mencapai Rp 1,76 Triliun, Berikut Rinciannya

Lanjutnya, hal ini juga perlu dipikirkan secara matang. Sebab, bagaimana nanti di sisa masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Jambi periode 2018-2023 bisa menurunkan angka kemiskinan. Ditambahkan Maulana, data terakhir angka kemiskinan di Kota Jambi berjumlah 8,49 persen dari total jumlah penduduk berkisar 615.676 jiwa.

“Jadi ada sekitar 48 ribu jiwa yang kategori miskin di Kota Jambi. Nah ini yang perlu kita sasar bersama. Setiap program bantuan haruslah objekti, by name by addres. Kalau kita sudah tahu targetnya, baru kita bagi tugas tiap OPD bagaimana strategi untuk menyasar target tersebut,” bebernya.

Selain itu, Maulana juga mengatakan nantinya akan membangun jaringan sistem Puskessos di tiap kelurahan yakni, Pusat Kesejahteraan Sosial. Nantinya, dengan adanya Puskessos ini keluhan masyarakat terutama dalam kategori miskin depat dengan tepat diberikan bantuan.

“Ya mungkin nanti maaf ada yang miskin anaknya sakit, bisa dibantu petugas kita. Lalu ada anaknya tidak bisa sekolah, bisa kita bantu melalui beasiswa. Ini juga supaya tepat sasaran. Jadi tidak ada nanti orang kaya yang kita biayai,” tegas Maulana.

Ditegaskannya lagi, hingga akhir masa jabatan nanti dapat menurunkan angka kemiskinan hingga dua persen di anggka 6,4 persen. “Jadi kalau dihitung, setiap tahun kami harus mampu menurunkan setengah persen jumlah penduduk miskin dengan cara mengkordinasikan semua program. Evaluasi ini akan kami lakukan setiap triwulan, sehingga betul-betul program penurunan angka kemiskinan tercapai,” tutupnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved