BOCORAN Menteri yang Dipertahankan di Kabinet Jokowi 2019-2024, Adakah Susi Pudjiastuti?
Seiring pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, akan diikuti hadirnya kabinet Jokowi 2019-2024
TRIBUNJAMBI.COM - Seiring pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, akan diikuti hadirnya kabinet Jokowi 2019-2024
Ditemui usai menghadiri Puncak Perayaan Batik Nasional, Rabu (2/10/2019) di Pura Mangkunegara, Solo, Jawa Tengah, Jokowi masih enggan bicara soal susunan kabinet.
"Dilantik saja belum, nanti kalau sudah pelantikan, baru kita bicara soal kabinet," ujar Jokowi.

Namun demikian, beberapa waktu lalu, Jokowi sudah memberikan bocoran terkait gambaran kabinet baru.
Ada menteri berusia muda, ada kementerian baru, ada menteri yang dipertahankan, ada pula menteri yang keluar dari kabinet dan diberi posisi lain.
Terkini, sejumlah menteri kabinet saat ini mengundurkan diri karena memilih bertugas di DPR.
Berikut update prediksi menteri-menteri di Kabinet Jokowi-Maruf dirangkum Tribunnews.com, Kamis (3/10/2019):
Baca: Kerinci Ajukan 286 Formasi CPNS, Ini Jadwal Penerimaan dan Seleksi Administrasinya
Baca: CATAT! Seleksi CPNS 2019 Dibuka Oktober, Ini Dokumen Pendukung yang Harus Dipersiapkan
Baca: Nasdem Buka Pendaftaran Cabup-Cawabup untuk Pilkada Bungo 2020, Berikut Jadwal Proses Penjaringannya
1. Prediksi Menteri-menteri yang Tak Masuk di Kabinet Baru
Sejumlah menteri yang beberapa hari lalu mengundurkan diri dipastikan tak akan masuk dalam kabinet Jokowi-Maruf.
Mereka antaralain mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Puan dipastikan tak lagi menjadi menteri setelah dia terpilih sebagai Ketua DPR.
Yasonna Laoly diperkirakan juga tak akan menjadi menteri karena memilih menjadi anggota DPR.
Sementara Imam Nahrawi dipastikan tak akan berada di kabinet baru karena menjadi tersangka di KPK.

Selain tiga nama itu, beberapa nama menteri lainnya diperkirakan tak masuk masuk dalam kabinet karena berpotensi terkena kasus hukum.
Mereka yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dari Partai Nasdem.