Anggota DPRD Tebo Jadi Tersangka Ijazah Palsu, KPU Masih Tunggu Inkrah

Ketua KPU Tebo, Basri membenarkan adanya pencalonan Jumawarzi dalam Pemilu 2019 lalu.

Anggota DPRD Tebo Jadi Tersangka Ijazah Palsu, KPU Masih Tunggu Inkrah
Tribunjambi/Mareza
Kasus Dugaan Pemalsuan Gelar, Polisi Pertimbangkan Pencekalan Tersangka Jumawarzi 

Anggota DPRD Tebo Jadi Tersangka Ijazah Palsu, KPU Masih Tunggu Inkrah

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Ketua KPU Tebo, Basri membenarkan adanya pencalonan Jumawarzi dalam Pemilu 2019 lalu. Saat ditemui di Kantor KPUD Tebo, dia menyebut Jumawarzi mendaftar sebagai calon legislatif dengan ijazah tingkat SLTA.

"Kita cek, berkasnya menggunakan ijazah SLTA. Tapi di KTP, KK, dan dokumen lain, ada gelar SH," lanjutnya.

Dijelaskan Basri, pencalonan itu ditangani oleh divisi teknis. Namun terkait pencantuman nama, kata Basri, mengacu pada dokumen KTP.

"Semua logistik trkait pencalonan, itu mengikuti ketetapan Daftar Calon Tetap (DCT). Itu dibuat oleh partai," katanya.

Basri mengatakan, pihaknya hanya memastikan berkas yang telah ditetapkan partai. Terkait perbedaan gelar yang tercantum di berkas pendaftaran dan di KTP, pihaknya meminta Jumawarzi menyampaikan pernyataan.

Baca: Ijazah Anggota DPRD Tebo Diduga Palsu, Pengacara: No Comment

Baca: BKSDA Jambi Selamatkan Tiga Gajah Jantan di Batanghari, Dishut Berencana Pasang Pagar Listrik

Baca: Wali Kota Pangkal Pinang ke Kota Jambi, Belajar Smart City

"Yang bersangkutan harus membuat pernyataan, bahwa nama yang ada di berkas dengan nama yang ada di KTP adalah orang yang sama, dan itu sudah dibuat," jelas Basri.

Terkait posisinya di DPRD, KPU masih menunggu proses inkrah. Status tersebut diambil sebagai hal yang bisa melatarbelakangi proses pergantian antarwaktu (PAW).

"Nanti prosesnya dari rekomendasi parpol ke DPRD, kemudian dari DPRD ke KPU," jelasnya.

Dari sana, KPU akan memberikan rekomendasi kepada DPRD untuk diteruskan.

Sebelumnya gelar sarjana hukum Jumawarzi dari Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta diduga palsu. Gelar tersebut tertera saat dia maju sebagai caleg DPRD Tebo pada Pemilu April lalu. 

Jumawardi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 93 Jo pasal 28 ayat (7) undang-undang RI nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan/atau denda Rp 1 miliar. Atau pasal 68 ayat (2) undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan/atau denda Rp 500 juta.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved