Kondisi Jakarta Terkini

Polisi Berusaha Pukul Mundur Massa di Pejompongan dan Slipi, Sesekali Ada Perlawanan dan Yel-yel

Selain di Pejompongan, Jakarta Pusat, polisi juga masih berusaha memukul mundur massa yang berada di arah Perempatan Slipi, Jakarta Barat.

Editor:
kompas.com
Pukul 19.27 WIB, tembakan red flare di depan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019). Belum diketahui siapa yang menembak.(KOMPAS.com/RINDI NURIS VELAROSDELA) 

TRIBUNJAMBI.COM - Selain di Pejompongan, Jakarta Pusat, polisi juga masih berusaha memukul mundur massa yang berada di arah Perempatan Slipi, Jakarta Barat.

Pantauan TribunJakarta.com dari atas Jembatan Slipi Pukul 20.20 WIB, tembakan gas air mata terus diletupkan polisi ke arah Perempatan Slipi.

Baca: Buka Latsar CPNS Golongan III Kabupaten Tanjab Barat, Ini Pesan Bupati Safrial

Baca: Pelajar dan Mahasiswa di Kota Jambi, Terima Bantuan Pendidikan BAZNAS Kota Jambi

Baca: DPRD Sarolangun Resmi Miliki Ketua Defenitif Periode 2019-2024, Tantowi Dilantik Jadi Ketua DPRD

Mereka juga terdengar masih memprovokasi polisi dengan yel-yel dan makian kasar.

Saat ini, polisi juga terus bergerak maju ke arah Perempatan Slipi untuk membubarkan massa yang didominasi pelajar dan warga.

Kericuhan di kawasan ini sudah terjadi sejak sore tadi. Hal ini membuat arus lalu lintas dan perjalanan kereta menjadi terhenti.

Baca: Asyik Besok Mulan Jameela Resmi Dilantik Jadi Anggota DPR RI, Istri Ahmad Dhani Ini Mengaku Siap . .

Baca: Laudya Cynthia Bella Berhenti Upload Foto Suami, Peramal Ungkap Karakter Engku Emran yang Playboy

Baca: Karhutla di Bungo, Hanya Status Tanggap Siaga, Ini Kata Bupati Mashuri

 

 Polisi amankan dua orang yang diduga sebagai provokator dari kericuhan dalam unjuk rasa di depan restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2019).

Dari pantauan Kompas.com, dua orang demonstran tersebut langsung diamankan oleh polisi ke arah gedung DPR RI.

Dua orang massa yang diamankan tampak tidak memakai atribut mahasiswa dan kelompok demonstran buruh.

 

 Polisi juga telah menerjunkan aparat tidak berseragam dinas ke tengah massa aksi untuk mengamankan provokator kericuhan. Hingga saat ini, kericuhan masih terjadi depan restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat.

Ricuh di depan Pulau Dua Bentrok di depan restoran Pulau Dua, Senayan, Senin (30/9/2019) untu kedua kalinya pecah pukul 17.45. Gara-garanya, massa tersulut emosi setelah mendengar adanya suara letusan dari arah flyover Slipi.

Massa melempari batu ke arah polisi sambil merangsek masuk, mendekati polisi.

 Massa juga merobohkan kawat berduri yang sebelumnya terpasang sejauh 1 kilometer dari gedung DPR. Dengan tak adanya lagi pembatas itu, jarak polisi dengan mahasiswa pun kian dekat, hanya sekitar 10 meter. Mendapat lemparan batu dari arah massa, polisi memilih bertahan.

 

Namun, batu terlontar dari arah mahasiswa. Komando serangan balik akhirnya dilancarkan. Hujan gas air mata kembali terasa di lokasi kejadian. Adapun, massa yang terlibat bentrok dengan polisi ini mayoritas tak menggunakan atribut atau seragam apapun. Entah dari mana asal mereka.

 Sementara mahasiswa berjaket almamater beserta ojek online berjaket Grab maupun Gojek tampak berusaha menahan emosi massa. Mereka bergandengan tangan berusaha menahan serangan massa ini.

 

"Jangan woy, jangan lempar. Kasihan warga, kasihan wartawan, stop!" teriak mereka. Namun, jumlah mereka ini kalah dengan jumlah massa yang sudah terlanjur rusuh dengan aparat kepolisian. Sehingga, imbauan massa mahasiswa dan pengemudi ojek online pun tak dipedulikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved