Akan Keluarkan Tiga Jenis Suara, Alat Pendeteksi Banjir Dipasang di Limun
Kabupaten Sarolangun mendapat alat pendeteksi banjir atau Early Warning Sistem (EWS) dari BNPB pusat.
SAROLANGUN, TRIBUN - Kabupaten Sarolangun mendapat alat pendeteksi banjir atau Early Warning Sistem (EWS) dari BNPB pusat.
Bantuan alat itu atas kajian dan penelitian dari pihak Universitas Gjah Mada (UGM) di Desa Pulau Pandan Kecamatan Limun, Sarolangun yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
Kepala Badan Penanggulaan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun, Trianto mengatakan alat itu dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang tingginya permukaan air sungai.
Alat ini bekerja dengan membunyikan suara sirine siaga satu sampai tiga. "Ada kode peringatan," katanya. Kamis (26/9)
Dari hasil penelitian mahasiswa UGM itu, katanya, alat tersebut akan berbunyi dengan tiga jenis suara untuk pemberitahuan, dengan bunyi yang berbeda berdasarkan kapasitas air yang terus meningkat.
Alat tersebut dipasang di pingir Sungai Batang Asai di Desa Pulau Pandan RT 07 dan 06, mengingat setiap musim hujan wilayah tersebut menjadi langganan banjir.
Katanya, mengenai penjagaan alat pendeteksi itu, berbagai pelatihan dan pembentukan tim siaga sudah dilakukan. Selain itu warga sekitar juga diberikan pembekalan dan diberikan peta maupun jalur evakuasi dan sistem evaluasi.
Menurut dia, idealnya Sarolangun membutuhkan alat itu lebih dari satu, mengingat Sarolangun mempunyai beberapa titik rawan banjir, yaitu Kecamatan Pauh dan Sarolangun.
Namun meski demikian, pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan dari pusat dan pihak UGM dengan adanya alat ini.
"Kita terima kasih kepada BNPB pusat atas bantuan ini, paling tidak memberi pelajaran teknologi warning tentang siaga banjir," katanya. (cwa)