Produksi Lagi Anjlok, Harga Sawit dan Pinang di Tanjab Timur Naik
Beberapa komoditi unggulan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur cenderung mengalami penurunan produksi.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Produksi Lagi Anjlok, Harga Sawit dan Pinang di Tanjab Timur Naik
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Beberapa komoditi unggulan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur cenderung mengalami penurunan produksi, Dinas Perkebunan dan Peternakan sebut faktor kemarau menjadi penyebabnya.
Kemarau panjang yang terjadi lebih kurang dua setengah bulan tersebut, selain menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada kondisi tanaman perkebunan warga.
Sejak kemarau dan kekeringan terjadi di beberapa wilayah di Tanjabtim, masyarakat mulai merasakan dampak pada perkebunan mereka. Dimana saat ini produksi hasil buah cenderung turun.
Budiman (52) warga Muara Sabak, kepada Tribunjambi.com menuturkan musim kmarau seperti saat ini mulai terasa berdampak bagi hasil perkebunan warga yang mengalami kemerosotan hasil produksi cukup tinggi.
Baca: Sikap Karni Ilyas Soal Jawaban Ketua BEM UI Tentang RKUHP di ILC: Kalian Ini Sudah Pelajari Belum?
Baca: Meski Tak Ikut Demo, Deretan Selebritis Ini Juga Tegaskan Tolak Revisi UU KPK & RKUHP
Baca: Asli Bikin Ngakak, Ini Potret Beragam Media Orasi Mahasiswa dengan Kalimat Kocak, Sebut Drama Korea
Baca: Berjualan Ditengah Pendemo, Pedagang Asongan yang Jual Air Mineral & Mi Instan Raup Untung Rp 4 Juta
"Yang sangat terasa itu pada komoditi buah pinang, kelapa dalam dan kelapa sawit. Kalo istilah petani sekarang nama nya trek (krisis buah)," ujarnya, Rabu (25/9).
Seperti permasalahan pada tahun-tahun sebelumnya, saat kondisi buah sedang terpuruk atau tidak produktif. Justru harga jual di pasaran mengalami peningkatan drastis dari hari biasanya.
"Kalo sekarang pinang kering itu bisa dibanderol Rp 16.500 perkilo, sedangkan kondisi lembab Rp 13.000. Jauh berbeda pada hari biasanya yang hanya di angka Rp 11 ribuan," jelasnya.
Tidak berbeda dengan beberapa komoditi lainnya, seperti kelapa dalam dan sawit. Mengingat khusus di wilayah Muara Sabak Timur tiga komoditi tersebut menjadi unggulan petani.
Sementara itu Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjab Timur, mengakui akan terjadinya fenomena harga di pasaran tersebut.
"Memang tidak dipungkiri dari hasil monitoring yang kita lakukan di beberapa wilayah Tanjabtim beberapa waktu lalu, kendala yang dihadapi petani saat ini karena buah trek akibat dari minimnya pasokan air," ujar Kabid Perkebunan Gunarto. (usn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/25092019_pinang.jpg)