BPJS Kesehatan

Tanpa Batasan Usia, Tak Mengenal Jenis Penyakit, Program Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Jamin Semua

Kondisi berbeda dialami oleh Yatini dimana pada usia 59 tahun wanita yang lahir di Nipah Panjang, Jambi ini tengah hamil anak ketiga mereka

Tanpa Batasan Usia, Tak Mengenal Jenis Penyakit, Program Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Jamin Semua
istimewa
Kondisi Yatini dimana pada usia 59 tahun wanita yang lahir di Nipah Panjang, Jambi ini tengah hamil anak ketiga mereka. Sempat khawatir karena kondisi kesehatan hamil di usia tersebut kabarnya tak ditanggung BPJS Kesehatan, ternyata kabar tersebut tidak benar. Tidak Mengenal Batasan Usia, Tidak Mengenal Jenis Penyakit Program Jaminan Kesehatan Nasional dari BPJS Kesehatan Ini Menjamin Setiap Pelayanan Kesehatan

Tidak Mengenal Batasan Usia, Tidak Mengenal Jenis Penyakit Program Jaminan Kesehatan Nasional dari BPJS Kesehatan Ini Menjamin Setiap Pelayanan Kesehatan

JAMBI-JAMKESNEWS, Kelahiran buah hati memanglah saat yang paling dinanti oleh semua orang, Seorang ibu akan selalu menjaga buah hatinya sejak masih dalam kandungan sampai dengan persalinan.

Persalinan yang aman tentunya harus dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten untuk membantu proses persalinannya agar persalinan lancar dan aman, persalinan bersama tenaga medis (bidan) bisa mengurangi resiko akibat persalinan apalagi persalinan yang akan dilaksanakan oleh Yatini ini tergolong istimewa.

Yatini kini berusia 59 Tahun, usia yang tergolong jarang bahkan bagi sebagian orang tidak mungkin untuk mengalami kehamilan, mengingat usia subur wanita jatuh pada usia maksimal 55 tahun dan pada masa usia tersebut wanita sudah mengalami kondisi yang disebut menopause yang berarti masa subur pada wanita tersebut sudah lewat.

Namun kondisi berbeda dialami oleh Yatini dimana pada usia 59 tahun wanita yang lahir di Nipah Panjang, Jambi ini tengah hamil anak ketiga mereka.

Dari awal dia dinyatakan hamil, Yatini khawatir akan kondisi kesehatannya karena usia beliau yang tidak tergolong muda, bahkan Yatini sempat malu akan kondisi kehamilannya yang menimbulkan gejolak di masyarakat, bahkan sebelumnya bidan tempat Yatini memeriksakan diri mengaku tidak percaya akan kondisi yang dialami Yatini “mereka ndak percaya kalau saya hamil, dianggap kok nenek nenek bisa hamil, padahal ya saya juga tidak percaya” ujar yatini

Yatini yang sebelumnya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS mengaku khawatir tentang proses persalinannya.

Pasalnya, pemberitaan yang beredar di masyarakat mengenai persalinan tidak ditanggung bagi peserta JKN-KIS santer terdengar, namun setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Fasilitas kesehatan tempat ia terdaftar Yatini memastikan bahwa kondisi tersebut tidak benar,

“Semua dijamin sama BPJS Kesehatan, bahkan saya kira saya ndak bisa lagi pakai BPJS soalnya yang hamil ini kan orang tua, normalnya kan anak muda dan ibu ibu yang muda saja yang pake buat persalinan, tapi ternyata tidak, tidak mengenal batasan usia tidak mengenal jenis penyakit program Jaminan Kesehatan Nasional dari BPJS Kesehatan ini menjamin setiap pelayanan kesehatan saya selama kehamilan ini” jelas Yatini

“Banyak tetangga saya yang menganjurkan saya untuk melakukan proses persalinan secara saecar saja, mengingat usia yang tidak lagi muda sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya berbagai kondisi yang diluar dugaan apabila persalinan dilakukan secara normal, namun selama saya berkonsultasi dengan bidan yang merupakan bidan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, saya tetap optimis untuk melakukan persalinan normal dan alhamdulillah persalinan tersebut berjalan secara normal kondisi saya dan bayi saya sehat wal afi’at” terangnya.

Pemahaman masyarakat bahwa dalam kasus persalinan harus selalu dirujuk ke Rumah Sakit, sebenarnya kurang tepat. Banyak yang beranggapan bahwa semua persalinan harus mendapat penanganan di UGD, padahal untuk kasus persalinan normal atau tanpa penyulit dapat dilakukan melalui Bidan Jejaring yang bekerjasama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FKTP BPJS Kesehatan

“Mungkin karena saya orang dulu (tua) jadi saya masih percaya bahwa persalinan normal itu lebih baik daripada saecar, saya takut perut saya dibelah belah makanya enakan normal, dan lagi semenjak ado BPJS Kesehatan ini bidan, dokter dan puskesmas itu fasilitasnya udah bagus bagus terus pintar pintar jadi awak ndak khawatir kalau nak berobat dengan mereka ndak perlu ke rumah sakit nian, bahkan habis melahirkan ini bae ado bidan yang datang ngunjungin sayo perikso kondisi saya setelah melahirkan ini kayak mano, pokoknyo luar biasa nian pelayanan terhadap pasien BPJS ini” sebut Yatni dengan logat khas Jambi nya

Yatni sendiri selain berterima kasih dengan pelayanan Bidan dan fasilitas kesehatan tempat ia terdaftar, ia juga berterima kasih atas iuran yang telah dibayarkan oleh peserta BPJS Kesehatn lainnya, sehingga ia yang kini terdaftar sebagai peserta mandiri kelas 3 juga dapat merasakan manfaat pelayanan kesehatan tanpa biaya berkat iuran rutin yang dibayarkan dari peserta lain yang sehat. “terima kasih bapak dan ibu dokter serta bidan, dan terima kasih kepada yang rutin bayar sehingga pelayanan kesehatan tu biso dirasokan secaro rato kepada orang orang yang kurang mampu macam sayo, dan sayo jugo kalau biso bakalan terus rutin bayar iuran soalnya teraso nian terbantu dengan bpjs ni” tutupnya (aa)

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved