Kesehatan

Sebenarnya Vape Miliki Dampak Buruk Bagi Kesehatan, Tapi Kenapa Banyak Peminatnya?

- Sebenarnya vape atau vapor adalah rokok elektronik yang kini sedang digemari oleh masyarakat menyimpan dampak buruk bagi kesehatan

Editor:
Instagram @astropens
Ilustrasi vape 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebenarnya vape atau vapor adalah rokok elektronik yang kini sedang digemari oleh masyarakat menyimpan dampak buruk bagi kesehatan.

Sebanyak 7 dari 10 orang berhenti merokok dengan rokok tembakau dan beralih ke vape.

Namun, anggapan vape lebih baik dari rokok tembakau ternyata tidak dibenarkan, karena miliki dampak buruk bagi kesehatan.

Ilustrasi vape
Ilustrasi vape (shutterstock)

Baca: Awas! Hampir 100 Kasus Penyakit Paru-paru Serius Berkaitan dengan Vape atau Rokok Elektrik

Dikutip dari Grid.ID melalui Toronto Sun, Senin (23/9/2019), dinas kesehatan di Kanada yaitu daerah Ontario dan British Columbia sedang menyelidiki empat kasus penyakit paru-paru kronis.

"Satu dari tiga kemungkinan adalah terkait dengan produk vaping," jelas Globe dan Mail.

Menurut Robert Schwartz, ilmuwan senior di Lembaga Penelitian Kebijakan Kesehatan Mental dan Pusat Ketergantungan (CAMH), vaping membawa kerusakan hingga membunuh dalam jangka panjang.

Di Amerika Serikat sendiri telah mengonfirmasi terkait meningkatnya jumlah korban menjadi 530 orang, delapan di antaranya telah meregang nyawa.

Baca: Pembangunan Sirkuit Suwarnadipa Nusantara Masuk 95 Persen, Ini Kata Pemilik Arena Jimmy Syamsudin

Baca: Begini Perubahan Klasemen Liga 1 2019, Usai Persija Jakarta dan Persib Bandung Menang Hari Ini!

Baca: Kabut Asap tak Kunjung Lenyap, Kantor Pemerintahan & Sekolah di Kota Jambi, Diminta untuk Buat Ini

Selain itu Loren Vanderlinden, manajer kebijakan publik dengan Toronto Public Healty, diminta untuk terus meningatkan secara aktif mengenai kesadaran bahaya rokok elektronik.

"Membantu mengingatkan resiko produk vape dan untuk mendidik masyarakat terutama anak-anak, remaja, dan orang tua," ujar Loren.

Sementara itu, dilansir World of Buzz, Senin (23/9/2019), spesialis Kebidanan dan Kandungan Prof Dr Imelda Balchin mengungkapkan bahaya vaping melalui laman Facebooknya.

Dalam laman Facebook-nya, ia menuliskan bahwa vaping dapat menyebabkan ketidaksuburan pada pria.

"Vaping dapat menyebabkan infertilitas pria," tulis Imelda Balchin.

Baca: Di India, Pengguna Vape Akan Diancam Penjara 3 Tahun dan Denda Rp 140 Juta

Selain itu, ahli kesuburan dan konsultan obygn, Dr M Hatta Termizi juga menambahkan pernyataannya.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved