Berita Muarojambi
Dikepung Kabut Asap, Warga di Dusun Satu, Desa Puding Muarojambi, Pilih Bertahan di Rumah
Dikepung Kabut Asap, Warga di Dusun Satu, Desa Puding Muarojambi, Pilih Bertahan di Rumah
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Deni Satria Budi
Dikepung Kabut Asap, Warga di Dusun Satu, Desa Puding Muarojambi, Pilih Bertahan di Rumah
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kabut asap dan hujan abu di desa Puding, Kecamatan Kumpeh masih terasa hingga Minggu (21/9/2019). Kondisi kian memburuk dirasakan warga sejak empat hari terakhir.
Apa lagi lokasi lahan gambut yang terbakar cukup dekat, hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga yang tinggal di dusun satu, Desa Puding.
Seperti terlihat sejumlah warga desa masih bertahan di rumahnya masing-masing meski kabut asap yang pekat diaertai abu partikel kebakaran cukup tebal hingga ke dalam rumah warga.
Baca: Minim Peralatan, Warga Desa Betung dan TNI Padamkan Api Karhutla Pakai Ember
Baca: Warga Desa Puding, Muarojambi, Berebut Air Bersih di Tengah Hujan Abu dari Karhutla
Baca: BREAKING NEWS, Kabut Asap Makin Pekat di Kota Jambi, Siswa TK, SD, SMP Sederajat Kembali Diliburkan
Namun warga masih memilih bertahan, nyai Zainatun mengatakan ia merasa sesak dada dan sulit bernafas. Terutama dimalam hari, namun ia enggan mengungsi meski beberapa waktu lalu beberapa warga memilih mengungsi ketempat keluarganya.
"Sebagian ado yang ke Jambi ada yang ke dusun, kami tetap bertahan disini karna dak mungkin ninggalin rumah," katanya.
"Kalau kami ngungsi pun sama bae, kedusun macam ini juga kondisinya, di Kota Jambi juga asap jadi kami tetap dirumah," ujarnya.
Baca: PT MAS di Kabupaten Muarojambi Disegel, Terkait Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Baca: Jambi Cetak RO Profesional, Seminar Pengda Iropin Bahas Penggunaan Lensa Kontak, Jangan Dibawa Tidur
Baca: PERAMPOK Sadis Tembak Mati 2 Pekerja Proyek di Musi Banyuasin, Sayuti Selamat karena Pistol Macet
Jariah, warga lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Ia memilih tetap di rumah karna khawatir jika haris meninggalkan rumah.
"Paling di rumah, nutup pintu biar dak pekat nian. Harus rajin-rajin nyapu laj larna abu kebakaran masuk juga sampai kerumah," ujarnya.
M Yunus, kepala dusun satu desa Puding mengatakan, ada sekitar 140 KK warga yang saat ini berada di dusun satu desa Puding.
Sebagian warga sempat mengungsi karna khawatir rumahnya ikut terbakar. Pasalnya tiga hari lalu api sempat mendekati pemukiman warga.
Namun sebagian warga yang sempat mengungsi itu kini kembali kerumah mereka. Meski kondisi udara tetap tak sehat dan membahayakan kesehatan.
"Tiga hari lalu api merembet sampai ke kebun warga di belakang rumah. Tapi sudah padam, yang di areal perusahaan yang masih parah," katanya.
Apu yang merembet ke kebun milik warga berasal dari perusahaan yang terbakar. Namun sejauh ini tak ada korban jiwa.
"Sekarang yang dibutuhkan warga masker, oksigen seperti yang dibawa PMI Tadi sama air bersih karna kami kesulitan, sumur kami kering," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/warga-desa-puding-muarojambi-berebut-air-bersih-di-tengah-hujan-abu-dari-karhutla.jpg)