Video Pembongkaran Kuburan Mbah Pani, yang Jalani Topo Pendem Selama 5 Hari Tanpa Makan & Minum
Setelah papan penutup liang tampak, pipa pralon yang digunakan Mbah Pani untuk saluran pernapasan dan berkomunikasi dengan keluarga disingkirkan.
Pembongkaran ini lebih awal satu jam dari rencana sebelumnya. Sedianya, liang tersebut akan dibongkar setelah magrib.
Pihak keluarga dibantu warga membongkar liang kubur pertapaan menggunakan cangkul.
Ia masih mengenakan kain kafan.
Mbah Pani tampak pucat dan lemas.
Keluarga segera turun ke liang untuk memberi makan dan minum kepada Mbah Pani.
Sebelum Mbah Pani beranjak dari lokasi, keluarga juga memandikan Mbah Pani dengan air bunga.
Setelahnya, kain kafan yang masih dikenakan Mbah Pani dilepaskan, kemudian ia diselimuti sarung.
Dibantu keluarga, Mbah Pani lalu keluar dari liang pertapaan.
Begitu keluar, Mbah Pani berpelukan dengan istrinya sambil bertangisan.
Setelah itu, tim medis dari Puskesmas Juwana memeriksa kondisi kesehatan Mbah Pani.
Meski tidak makan dan minum selama menjalani topo pendem, dari hasil pemeriksaan, Mbah Pani dinyatakan sehat.
“Kondisi fisiknya bagus.
Pernapasan dan tensinya juga bagus,” ujar Hardi Widiyono, anggota tim medis.
Ia menyebut, saat keluar dari liang, Mbah Pani memang lemas.
Hal ini menurutnya wajar.