Kabut Asap

Jumlah Kunjungan Pasien ISPA di Puskesmas Sabak Timur Capai 52 Orang, Padahal Baru 2 Pekan September

Kondisi asap pekat akibat kebakaran lahan di Tanjab Timur berdampak drastis bagi penderita ISPA di puskesmas

Jumlah Kunjungan Pasien ISPA di Puskesmas Sabak Timur Capai 52 Orang, Padahal Baru 2 Pekan September
tribunjambi/abdullah usman
Kondisi asap pekat akibat kebakaran lahan di Tanjab Timur berdampak drastis bagi penderita ISPA di puskesmas, satu di antaranya di puskesmas Sabak Timur, Rabu (19/9/2019). Puluhan orang sudah berobat gara-gara ISPA 

Jumlah Kunjungan Pasien ISPA di Puskesmas Sabak Timur Capai 52 Orang, Padahal Baru 2 Pekan September

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kondisi asap pekat akibat kebakaran lahan di Tanjab Timur berdampak drastis bagi penderita ISPA di puskesmas, satu di antaranya di puskesmas Sabak Timur, Rabu (19/9).

Berdasarkan  data kunjungan pasien penderita ispa di Kecamatan Muara Sabak Timur, pada Dua pekan terakhir dibulan September cukup tinggi jika dibanding bulan sebelumnya. 

Dikatakan Kepala Puskesmas Muara Sabak Timur Ida Royani saat disambangi tribunjambi.com, mengatakan saat musim kemarau dan kabut asap saat ini jumlah kunjungan pasien ispa di Puskesmas sabak terbilang stabil meski jumlahnya cukup tinggi.

Berdasarkan data kunjungan penderita ispa sebulan terakhir (Agustus) untuk wilayah kerja puskesmas sabak timur perbulan tercatat 70 kasus di mana 31 di antaranya terjadi pada anak anak namun pada september hingga dua minggu ini terbilang masih  standar.

Kondisi asap pekat akibat kebakaran lahan di Tanjab Timur berdampak drastis bagi penderita ISPA di puskesmas, satu di antaranya di puskesmas Sabak Timur, Rabu (19/9/2019). Puluhan orang sudah berobat gara-gara ISPA
Kondisi asap pekat akibat kebakaran lahan di Tanjab Timur berdampak drastis bagi penderita ISPA di puskesmas, satu di antaranya di puskesmas Sabak Timur, Rabu (19/9/2019). Puluhan orang sudah berobat gara-gara ISPA (tribunjambi/abdullah usman)

"Hingga minggu kedua bulan september ini jumlah kunjungan pasien penderita ispa sudah di angka 52 kasus, tentunya perkembangan pasien sangat bergantung pada kondisi udara beberapa hari kedepan," jelasnya.

Dikatakannya pula, selain penyakit ispa yang memang dominan terjadi saat musim kemarau dan kabut asap saat ini. Juga penyakit lainya seperti diare juga terdata di puskesmas.

"Penyakit lain diare meski jumlahnya tidak banyak hanya kisaran satu atau dua, dan didominasi oleh anak anak meskipun rawat inap paling lama 2-3  hari dan sudah dapat ditangani," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut wajar terjadi saat musim kemarau dan kualitas udara saat ini. Namun pihaknya terus melakukan monitoring dan pengawasan baik melalui puskesmas yang ada ataupun keliling ke masyarakat. 

Selain memberikan imbauan juga memantau jika ada warga atau masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat atau harus ditangani secara darurat. Akibat kondisi dara dan cuaca saat ini yang kurang baik.

"Alhamdulillah hingga saat ini belum ada laporan yang kita terima terkait pasien darurat hingga harus dirujuk akibat kondisi saat ini."

"Kita berharap jangan sampai terjadi dan kita terus aktif melakukan monitoring dan koordinasi bersama pihak Kecamatan" pungkasnya. (usn)

BERITA TERPOPULER:

Gerakan Siluman Kopassus, Hanya Segelintir Orang Bergerak Misi sudah Beres

Di Instagram, Sean Putra Ahok Bagikan Foto Kenakan Masker Oksigen, Kenapa dengan Anak Veronica Tan?

Kisah Rivan Nurmulki, Atlet Voli Jambi yang Keluar dari Timnas, Bermula Penjual Ayam dan Jadi Polisi

VIDEO: Viral Emak-emak Berantem Rebutan Rendang di Pesta

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:

.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved