Dipaksa Orang Tua Buat Mengemis, Bocah 9 Tahun Disiksa dan Diikat Rantai Besi Jika Gagal Bawa Uang!
Seorang bocah 9 tahun dipaksa jadi pengemis dan alami penyiksaan jika menolak
Kisah pilu menimpa bocah laki-laki berinisial MSP (10), warga Desa Karang Dapo, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Ia dipukuli di wajah dan dada dengan ikat pinggang dan sepatu oleh ibu kandungnya, MR (25).
Kekerasan juga dialami MSP dari ayah tirinya, BN (50) yang ikut menghajar kepala korban hingga babak belur.
Korban ketakutan dan tidak berani pulang ke rumah.
Aksi kekerasan anak oleh orangtua itu terungkap saat seorang warga mengunggah video pengakuan bocah MSP di jejaring sosial.
Spontan, video itu viral.
Polres Seluma bergerak cepat dan menetapkan kedua orangtua MSP sebagai tersangka.
Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Reskrim AKP Margopo menjelaskan, hasil pemeriksaan bahwa benar MSP sering dipukul dengan alasan bandel.
"Dia sering dipukuli dengan alasan nakal dan itu berulang-ulang dilakukan oleh kedua orangtuanya," kata Margopo.
Saat ini, MSP ditangani secara terpadu oleh pemerintah dengan melibatkan Sakti Peksos Kemensos RI, Pemda Seluma, Dinkes, DP3AKB, dan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP2A).

"MSP tinggal di rumah seorang pegawai Dinkes Seluma, di Sawah Lebar, Kota Bengkulu," ujar Yayan Sudianto, Sakti Peksos Kemensos RI yang intens mendampingi korban.
Menurut Yayan, semua pihak sudah berperan sesuai dengan tugas masing-masing dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak ini.
Dinkes sudah memeriksa kesehatan MSP dan diketahui korban menderita talesemia.
"Dinkes fokus pada kesehatan, Sakti Peksos Kemensos dan Dinsos ke rehabilitasi sosial.
Pemda fokus pada rumah perlindungan anak dan solusinya," tambah Yayan.