Kapolda Jambi akan Beri Hukuman Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Saat ini Polda Jambi telah menetapkan 19 tersangka pembakaran hutan dan lahan.

Kapolda Jambi akan Beri Hukuman Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
Tribunjambi/Abdulah Usman
Kapolda Jambi meninjau lokasi kebakaran di Tanjab Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kapolda Jambi dengan tegas akan memberikan hukuman tegas jika ada pihak perusahaan yang bermain dengan karhutla di Jambi, Selasa (16/9).

Saat ini Polda Jambi telah menetapkan 19 tersangka pembakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan dari hasil rapat bersama Menkopolhukam yang telah dilakukan bebrerapa waktu lalu, menurut Kapolda Jambi Irjen Pol.Muchlis ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam proses pemadaman.

Diantanranya membutuhkan kerjasama koordinasi dan sinkronisasi yang lebih baik lagi. Selain itu penindakan bagi para pelaku juga terus ditegaskan sehingga menimbulkan efek jera bagi yang lain.

"Untuk itu hingga saat ini kita sudah amankan sebanyak 19 orang tersangka karhutla, dan ditambah lagi 2 yang telah diamankan. Saat ini proses hukum mereka terus berjalan termasuk dari pihak perusahan," jelasnya.

Baca: Dinas Kesehatan Muarojambi Kirim Petugas Kesehatan ke Posko Karhutla, Fokus di Wilayah Kumpeh

Baca: Polri Telah Tetapkan 218 Orang dan 5 Perusahaan Sebagai Tersangka Karhutla

Baca: Rumah Sekretaris BPBD Batanghari Dibobol Maling, Motor Baru dan Laptop Raib

Baca: Ini Langkah Kongkrit Pemprov Jambi Tangani Karhutla

Baca: Menanti Putusan Praperadilan Ruben, Abdurahman Sebut Polda Jambi Tak Punya Bukti

Terkait kasus kebakaran lahan di kawasan perusahaan, memang banyak selentingan dan keluhan yang kita terima mengapa kebakaran diperusahaan terus terjadi dan tidak ada pelaku yang diamankan. 

Terkait hal tersebut, Muchlis memberikan penjelasan, dalam penetapan tersangka harus memiliki bukti dan keterangan ahli dalam mengungkapkan di persidangan nanti. Terutama terkait pelaku pembakaran lahan yang dilakukan oleh perusahaan.

Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, Kapolda memberikan penegasan kepada para perusahaan dan mengancam akan potong leher, bagi perusahaan yang membayar orang untuk sengaja membakar lahan milik mereka.

"Terkadang modus perusahaan saat ini sengaja menyewa orang biasa untuk membakar lahan, meskipun pelaku tadi ditangkap dan dipenjara namun pelaku mendapatkan komisi dan keluarganya dijamin hidupnya selama pelaku menjalani proses hukuman," ujarnya.

"Kalo itu ada atau terjadi di Jambi saya yakin saya potong lehernya," ujarnya tegas. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved