Berita Jambi

92 Kasus Kekerasan & Pelecehan Seksual Sepanjang 2019, Bahkan 5 Kasus Dilakukan Ayah Kandung

92 Kasus Kekerasan & Pelecehan Seksual Sepanjang 2019, Bahkan 5 Kasus Dilakukan Ayah Kandung

92 Kasus Kekerasan & Pelecehan Seksual Sepanjang 2019, Bahkan 5 Kasus Dilakukan Ayah Kandung
Kompas.com
Ilustrasi Pelecehan Seksual. 92 Kasus Kekerasan & Pelecehan Seksual Sepanjang 2019, Bahkan 5 Kasus Dilakukan Ayah Kandung 

Ada 92 Kasus Kekerasan & Pelecehan Seksual Sepanjang 2019, Bahkan 5 Kasus Dilakukan Ayah Kandung

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi mencatat sepanjang tahun 2019 ini terjadi 92 kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Dari 92 kasus tersebut, yang paling parah, lima kasus diantaranya merupakan pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh Ayah kandungnya sendiri.

"Ada 92 kasus yang ditangani UPTD. Yakni pada anak 51 kasus, pada perempuan 37 kasus, dan 4 orang lagi pada laki-laki. Itu paling banyak terjadi di kasasan Muaro Jambi dan kota Jambi," ujar Kepala DP3AP2 Provinsi Jambi Luthpiah, belum lama ini.

Baca: Pengumuman Hasil Seleksi SPAN-PTKIN 2019 di span-ptkin.ac.id atau Buka di Tribunjambi.com

Baca: Kasus Dugaan Pelecehan Kades di Batang Masumai Ditangani Lembaga Adat Merangin

Baca: Quatrick, Fasha Kembali Bawa Piala Wahana Tata Nugraha Untuk Kota Jambi

Untuk itu, Luthpiah meminta semua pihak seperti Menkum HAM, Ombudsman, dan pemerintah kabupaten/kota agar berkomitmen dalam menekan angka kekerasan dan pelecehan seksual di Provinsi Jambi sehingga pelayanan dan penanggan kasus dapat di fokuskan.

"Lima kasus menjadi perhatian yang sangat serius, yakni ayah mencabuli anak kandungnya. Yang seharusnya anak itu dilindungi, dan jumlah kasus-kasus seperti ini bisa saja lebih dari yang terdata," ujarnya.

Baca: USTAZ Abdul Somad Ungkap Hukum Menunda Salat Fardhu, Paling Berat Melaksanakan Salat Wajib

Baca: Quatrick, Fasha Kembali Bawa Piala Wahana Tata Nugraha Untuk Kota Jambi

Baca: Penampilan Nunung yang Jadi Sorotan Usai 3 Minggu Jalani Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba, Kurus?

Berdasarkan penelitian, kata Luthpiah, faktor yang sangat fatal yaitu terpaparnya pornografi yang ternyata bahayanya lebih daripada narkoba, serta pola asuh terhadap anak yang salah. Seperti misalnya, ketika anak menangis itu malah di berikan Handphone oleh orangtuanya.

"Sedangkan orang tua tidak mengontrol apa saja yang diakses oleh sang anak. Rata-rata korban pelecehan itu sebelumnya diajak nonton porno dulu, makanya ini peran kita bersama termasuk media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan bijaklah dalam menggunakan smartphone," terangnya.

Baca: Mendadak Sarwendah Beri Peringatan, Ruben Onsu Meradang Masa Lalu Betrand Peto Dikorek-korek

Baca: Mendadak Sarwendah Beri Peringatan, Ruben Onsu Meradang Masa Lalu Betrand Peto Dikorek-korek

Baca: Fakta Baru Veronica Koman, Klaim Korban Kriminalisasi Polisi, Kejanggalan 6 Rekening Atas Namanya

Lebihlanjut Luthpiah mengatakan, modus kejahatan juga bermacam-macam cara dilakukan, mulai dari diiming-imingi akan diberikan uang sampai dengan diancam.

Seperti terakhir kasus ayah kandung mencabuli anak yang terjadi di kabupaten Bungo dan yang di Kota Jambi ayah tiri mencabuli anak dengan disaksikan ibu kandungnya.

"Miris rasanya, karena mungkin ketahanan keluarga di tengah masyarakat sudah mulai bergeser dan pengaruh teknologi yang sudah tidak bisa dibendung lagi, tetapi kita juga harus bisa mengontrol," tegasnya.

Menurut Luthpiah, masyarakat serta lembaga adat harus ikut berperan aktif pula. Terlebih peran orang tua sangat penting dalam keluarga terhadap anaknya dengan memberikan edukasi seks sejak dini.

"Kita pun juga melalui forum perempuan memberikan sosialisasi akan pentingnya edukasi seks terhadap anak. Meskipun dengan ayah kandung tapi tetap mana saja batasan yang tidak boleh disentuh," pungkasnya.

92 Kasus Kekerasan & Pelecehan Seksual Sepanjang 2019, 5 Kasus Dilakukan Ayah Kandung (Zulkifli/Tribunjambi.com)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved