Pengakuan Burhan Zainuddin, Algojo Penumpasan Tokoh PKI Usai G30S 1965

Para algojo atau penjagal orang-orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) muncul sebagai eksekutor untuk membunuh orang-orang PKI atau mereka

Editor: Suci Rahayu PK
Kolase foto: Repro, Olle Tornquist, Marxistisk barlast, 1982, h.223 dan Tempo, Edisi 1-7 Oktober 2012
Burhan Zainuddin Rusjiman menuturkan kisahnya menumpas anggota PKI di Yogyakarta, pada akhir 1965 hingga awal 1966 

///

Awal Mula Kebencian terhadap PKI

Burhan Zainuddin Rusjiman dijuluki Burhan Kampak.

Julukan tersebut ia dapat saat terjadi konflik yang disebabkan peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965-1966.

Burhan mengakui bahwa ia sering membawa kampak / kapak berukuran panjang untuk memburu orang yang diduga beraliran Komunis.

Tak hanya itu, ia juga sering mengeksekusi orang-orang PKi dengan menggunakan pistol.

Burhan Zainuddin Rusjiman menuturkan kisahnya menumpas anggota PKI di Yogyakarta, pada akhir 1965 hingga awal 1966
Burhan Zainuddin Rusjiman menuturkan kisahnya menumpas anggota PKI di Yogyakarta, pada akhir 1965 hingga awal 1966 (Kolase foto: Repro, Olle Tornquist, Marxistisk barlast, 1982, h.223 dan Tempo, Edisi 1-7 Oktober 2012)

Burhan mempunyai prinsip "Daripada dibunuh, lebih baik membunuh"

Kebencian Burhan terhadap orang-orang PKI bermula saat ia mahasiswa.

Saat mahasiswa, ia adalah anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Burhan menganggap bahwa orang komunis adalah musuh semua agama.

Ia mendasari keyakinannya karena fatwa Muktamar Majelis Ulama Indonesia di Sumatera Selatan pada pertengahan 1962.

MUI Sumatera Utara saat itu menyatakan bahwa "komunisme haram karena ateis".

"Mulai saat itu, saya berpikir, orang PKI kalau bisa dibina ya dibina, kalau tidak mau ya dibinasakan", kata Burhan.

Ia menceritakan bahwa pada awal tahun 1965, dirinya dikeluarkan sebagai mehasiswa Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada pada tahun ketiga karena memasang spanduk dan poster pembubaran Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), yang merupakan organisasi di bawah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Burhan menceritakan semasa mahasiswa, pada saat menempel poster tersebut, ia ditendang hingga jatuh oleh anak CGMI.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved